Teliti Rekam Jejak Paslon Pilkada

Hal penting yang mesti dipertimbangkan adalah masyatakat harus cerdas dan cermat dalam melihat rekam jejak dan karakter paslon kepala daerah.

Teliti Rekam Jejak Paslon Pilkada
Tribunnews.com
Ilustrasi Pilkada 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Hari ini tahapan penting dari pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018 akan dimulai. Seluruh bakal pasangan calon (paslon) kepala daerah di 171 daerah diberikan waktu tiga hari, 8-10 Januari untuk melakukan pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum daerah masing-masing.

Termasuk Pilgub Kalbar, dan Pilkada Kota Pontianak, Kabupaten Mempawah, Kubu Raya, Sanggau dan Kayong Utara.

Satu di antara kesadaran penting yang perlu dibangun adalah bagaimana ajang kontestasi politik pilkada dijadikan sebagai gelanggang untuk memilih paslon yang dapat mengemban amanat untuk mensejahterakan rakyat.

Caranya, hindari memilih mereka yang menjadikan pesta demokrasi sekadar ajang berburu jabatan, yang cenderung akan menghalalkan segala cara untuk menggapai kemenangan.

Baca: Ahok Gugat Cerai Istrinya, Mantan Anak Buahnya Beberkan Kelakuan Veronica Tan Sesungguhnya

Salah satu hal penting yang mesti dipertimbangkan adalah masyatakat harus cerdas dan cermat dalam melihat rekam jejak dan karakter paslon kepala daerah.

Misalnya pernah tersangkut kasus korupsi yang merugikan negara. Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) dengan barang bukti lebih dari Rp 1 miliar menunjukkan pentingnya bagi masyarakat memilih paslon dengan rekam jejak yang baik.

Abdul Latif sebelum memenangi pilkada 2015, pernah mendekam di penjara 1,5 tahun karena kasus korupsi pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Labuan Amas Utara pada tahun 2005-2006.

Saat itu, Abdul Latif berperan sebagai kontraktor. Proyek pembangunan sekolah itu tidak selesai dan menimbulkan kerugian negara.

Baca: Polisi Ungkap Identitas Pembuang Bayi di Hutan, Alasan Tersangka Bikin Geram!

Halaman
123
Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved