Citizen Reporter

STIK Muhammadiyah Pontianak Berhasil Menelurkan Perawat Luka

STIK Muhammadiyah Pontianak menggelar Program Certified Wound Care Nurse sejak 18 Desember 2017 hingga 6 Januari 2018.

STIK Muhammadiyah Pontianak Berhasil Menelurkan Perawat Luka
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Peserta Program Certified Wound Care Nurse saat closing ceremoni. 

Citizen Reporter
Usman, S.Kep Ners M.Kep CWCS

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIK) Muhammadiyah Pontianak menggelar Program Certified Wound Care Nurse sejak 18 Desember 2017 hingga 6 Januari 2018.

ketua panitia Ns. Indah dwi Rahayu, M.Kep mengatakan kegiatan ini memberikan kesempatan bagi perawat nasional dan asing untuk mengembangkan kompetensi mereka sebagai perawat mahir, dalam melaksanakan praktek dalam penanganan luka berdasarkan pedoman dan kode etik.

"Lalu juga meningkatkan kualitas pelayanan dalam penanganan luka tenaga perawat tersebut yang ahli di bidangnya khususnya penanganan luka serta mendorong pertumbuhan profesional dalam praktek keperawatan di penanganan luka, menetapkan dan mengukur tingkat pengetahuan yang diperlukan untuk sertifikasi penanganan luka dengan menyediakan standar penanganan luka untuk sertifikasi dan bermitra dengan provinsi lain untuk pasien yang terkait dengan penanganan luka," jelasnya.

Ketua panitia mengharapkan juga peserta bisa mendemonstrasikan pengetahuan farmakologi mereka yang berhubungan dengan managemen luka serta berperan aktif dalam kualitas pelayanan kesehatan aktifitas penelitian yang berhubungan dengan management luka dan dapat mendemonstrasikan tanggung jawab dan tanggung gugat, komitmen, konsisten, dan confident, dalam pendidikan dan profesional sebagai perawat mahir dalam bidang keperawatan luka.

"Jumlah ada 8 dari 18 desember 2017 sampai 6 januari 2018 penutupan, sebaran peserta macam-macam dari dalam dan luar negeri. Kalau dalam negeri ini dari Sabang sampai Merauke, karena ada yang dari Jawa Jogja sampe ke NTB NTT Palu Lombok,ada dari Kalimantan Barat itu Sintang , luar negeri terjauh dari Malaysia jadi memang beragam dari dalam dan luar negeri," katanya.

Selama kurang lebih 3 minggu ini, peserta diberikan materi dari tim yang ahli dari bidang luka dari 6 Desember sampai 22 Desember, dilanjutkan harus praktek di lapangan dari 24 Desember sampai 4 Januari praktek luka di klinik luka RSUD dr Sudarso dan juga di Kitamura karena kitamura ini RS khusus penanganan luka yang memang milik Muhammadiyah.

"Wvaluasi mereka dari awal pretest sampai kegiatan pelaksanaan praktikum lalu ada ujian presentasi hasil dan juga posttest, capaian akhir pembuatan banner untuk hasil pasien kelolaan yang ditangani. Harapan mudah-mudahan apa yang mereka dapatkan saat pelatihan ini dapat aplikasikan nantinya di tempat mereka masing-masing, bisa lakukan praktek mandiri karena memang CWCS ini ceritified luka keahlian sehingga bisa lakukan mandiri di tempat masing-masing," harapnya.

ketua PPNI Provinsi Kalimantan Barat, Haryanto, MSN, WOCN juga sangat mendukung kegiatan ini karena dapat meningkatkan pengetahuan dan skill perawat di bidang penanganan luka. Ia turut berharap masyarakat yang memiliki atau mempunyai masalah tentang luka bisa dikurangi jumlahnya.

"Kalau memang bisa ya tadi tidak hanya 3 Minggu kan masih bisa kali alokasi klinisnya lebih banyak lagi mengambil kasus variatif lagi jadi student jadi banyak pengetahuan wawasannya dalam menangani berbagai macam luka," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Listya Sekar Siwi
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help