Pilgub Kalbar

Lolos Syarat Pendaftaran, Ini Jawaban Midji Saat Diwawancarai Wartawan

Kalau yang lain selama ini sudah berjanji mekarkan Kapuas Raya tapi tidak terwujud, maka serahkan ke saya dan Pak Ria Norsan

Lolos Syarat Pendaftaran, Ini Jawaban Midji Saat Diwawancarai Wartawan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / RIZKY PRABOWO RAHINO
Sutarmidji didampingi Ria Norsan saat diwawancarai awak media usai dinyatakan lolos syarat pendaftaran calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar di kantor KPU Kalbar, Senin (8/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bakal Calon Gubernur Kalbar Periode 2018-2023, Sutarmidji tidak pasang target berapa jumlah suara yang akan didapat pada Pilgub 2018. 

Paling utama adalah berupaya menang. Ia bersama pasangannya sudah meramu strategi pemenangan. Strategi itu akan dipaparkan olehnya kepada tim pemenangan. 

"Persyaratan administrasi sudah  Alhamdulillah selesai, kami siap untuk pemeriksaan kesehatan besok (9/1/2018). Kita berupaya memenangkan pilkada, tidak pasang target suara. Saya ndak mau bocorkan dulu. Nanti akan diberi tahu. Strategi akan kita matangkan dengan tim dan diimplementasikan di lapangan," ungkapnya saat diwawancarai awak media usai pendaftaran di KPU Provinsi Kalbar, Senin (8/1/2018).

Midji menegaskan strategi hanya diperuntukkan bagi internal partai politik pengusung. Midji mengakui isu yang dilontarkan dan ingin diwujudkan olehnya sama dengan isu Milton-Boyman. Namun, ia menegaskan itu tidak menjadi masalah. 

(Baca: Deklarasi Rakyat Midji-Norsan Luar Biasa, Ini Kata Ketua DPD Hanura Kalbar Suyanto Tanjung )

"Walaupun pak Milton jualan Kapuas raya, kalau kita konkrit. Apapun persiapan yang diperlukan dan diminta oleh Kementerian akan dilakukan," imbuhnya. 

Midji menambahkan hal pertama yang akan dilakukan untuk mewujudkan Provinsi Kapuas Raya adalah membangun infrastruktur. Ia berjanji dana APBD pertama masa kepemimpinannya akan punya pos khusus untuk pembangunan Kantor Gubernur dan Gedung DPRD Provinsi Kapuas Raya. 

Infrastruktur penunjang pemerintahan akan dibangun. Biaya operasional juga akan disiapkan. Menurutnya, pemekaran bukan hal sulit jika fasilitas pendukung sudah memadai. Pasalnya, ia mengetahui Kalbar layak dimekarkan menjadi dua provinsi. 

"Kalau yang lain selama ini sudah berjanji mekarkan Kapuas Raya tapi tidak terwujud, maka serahkan ke saya dan Pak Ria Norsan. Tiga tahun anggaran bisa selesai. Nanti saya akan menghadap Mendagri," imbuhnya.

Dari sisi penduduk, Kalbar lebih ramai daripada Kalimantan Timur. Selain itu, berdasarkan Amanat Presiden (Ampres), Provinsi Kapuas Raya masuk dalam 67 daerah pemekaran baru. Amanat itu sudah ada sejak zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Yang paling layak dimekarkan itu Kalbar sebenarnya, bukan Kaltim lho. Infrastruktur akan saya bangun. Saya tidak ingin setengah-setengah membangun. Jalan juga akan dibangun dan diselesaikan dengan kualitas dan ketebalan. Bagaimana caranya? Akan saya jelaskan nanti saat debat kandidat. Tunggu saja," jelasnya. 

Midji juga memiliki visi misi membangun infrastruktur jalan provinsi yang lebih baik. Indeks pembangunan manusia (IPM) Kalbar juga akan ditingkatkan. Saat ini, IPM Kalbar berada di peringkat 29 dari 34 provinsi se-Indonesia. 

"Kami akan bangun rumah sakit lebih layak untuk menengah ke bawah. RSUD Soedarso akan kami bangun 12 lantai. Ruang check up juga akan dibangun agar kalau mau berobat tidak perlu lagi ke Kuching. Soedarso nanti khusus untuk pengguna BPJS," tukasnya. 

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help