Ketua APINDO Sanggau Prediksi Tak Ada Perkembangan Ekonomi Yang Signifikan, Ini Paparannya

Kalau Sanggau saya masih lihat seperti biasa. Tidak ada yang signifikan. Contoh paling sederhana itu kan kelapa sawit.

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / HENDRI CHORNELIUS
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Sanggau, Konggo Tjintalong Tjondro 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sanggau, Konggo Tjintalong Tjondro memprediksi di tahun 2018 tidak ada perkembangan ekonomi yang siginifkan di Sanggau. Meskipun secara nasional sebaliknya.

“Kalau Sanggau saya masih lihat seperti biasa. Tidak ada yang signifikan. Contoh paling sederhana itu kan kelapa sawit. Sekarang kan turun lagi TBS, Rp1.200 perkilo. Artinya di pabrik tinggal Rp1.500 lebih. Ini turun terus. Itu yang saya tahu, karena saya mengalami. Getah juga tidak ada perubahan, masih Rp9.000 atau Rp8.000. Kalau kulat Rp 5.000 atau Rp6.000, artinya di pabrik kan segitu juga,” katanya, Kamis (4/1/2017).

(Baca: 33 Nama Calon Anggota Bawaslu Kalbar Lulus Seleksi Administrasi, Inilah Orangnya )

Dikatakan Anggota DPRD Sanggau itu, Sawit dan karet, menjadi dua komoditi terbesar di Kabupaten Sanggau. Sementara target pertumbuhan ekonomi secara nasional kan 5 sampai 5,3 persen, itu belum berubah.

“Saya kira tidak ada yang istimewa untuk 2018 di Sanggau. Indikatornya kan sawit dan karet. Karet itu sudah 3 sampai 4 tahun tidak ada perubahan. Sehingga petani karet mau motong getahnya untuk menanam sawit. Kita tidak tahu apakah ada persaingan dari Thailand, Vietnam, atau Malaysia,” tegas Politisi Partai Golkar Sanggau.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved