Polres Sekadau Pelajari Kasus Ambruknya Puskesmas di Belitang

Kapolres Sekadau AKBP Anggon Salazar Tarmizi mengatakan, dirinya sudah melakukan koordinasi dengan anggota reserse untuk mengumpulkan data.

Polres Sekadau Pelajari Kasus Ambruknya Puskesmas di Belitang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIVALDI ADE MUSLIADI
Kapolres Sekadau, AKBP Anggon Salazar Tarmizi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi Ade Musliadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Terkait ambruknya bangunan Puskesmas di Belitang, Kapolres Sekadau AKBP Anggon Salazar Tarmizi mengatakan, dirinya sudah melakukan koordinasi dengan anggota reserse untuk mengumpulkan data, dan juga melakukan koordinasi dengan pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pusat.

"Saya sudah kumpulin anggota reserse untuk mengumpulkan dokumen itu semua. Saya juga sudah koordinasi dengan BPK pusat, tapi karena belum ada serah terima jadi belum bisa memastikan apakah ada kerugian negara," ujarnya kepada Tribun, Senin (1/1).

Anggon melanjutkan, kasus tersebut akan dipelajari terlebih dahulu apakah ada kerugian negara. Apabila misalnya bisa dibuktikan adanya kerugian negara, apakah ada denda keterlambatan.

"Kalau dari sisi kontraknya itu perdata, tapi belum bisa kita buktikan. Kalau denda keterlambatan kan 5 persen maksimal, kalau lebih harus putus kontrak. Saya tidak tahu ini posisinya sudah putus kontrak apa bagaimana, terus denda keterlambatan sudah diberikan apa beli, jaminan pelaksanaan sudah dicairkan apa belum, kan saya belum tahu, tahunya dua sudah begitu (ambruk)," jelasnya.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu untuk mengetahui apakah ada pelanggaran-pelanggaran atau tidak. Baik pelanggaran dalam pelelangan, dalam pekerjaannya, dan juga pengawasannya.

"Kalau ada pelanggaran dalam ketiga hal tersebut, dan juga BPK memastikan ada kerugian negara, maka itu bisa masuk ke kasus korupsi. Tapi yang jelas kita pelajari dulu lah," pungkasnya.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help