Dunia Bersatu Bela Palestina

Sorotan dunia kini tertuju ke sikap keras kepala Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dunia Bersatu Bela Palestina
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANESH VIDUKA
Masa DPW PKS Kalimantan Barat melakukan aksi damai di bundaran Digulis, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (9/12/2017) sore. Aksi turun ke jalan ini menyuarakan penolakan terhadap keputusan presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang mengakui bahwa Al Quds (Yerusalem) menjadi ibukota Israel. Pada kesempatan ini DPW PKS Kalbar juga mengecam keras kebiadaban bangsa Israel terhadap Palestina. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sorotan dunia kini tertuju ke sikap keras kepala Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Itu tercermin dari hasil sidang umum yang digelar di markas PBB di New York, AS, pada Jumat (22/12) pekan lalu. Sebanyak 128 negara menyatakan pernyataan Trump salah. Sedang sembilan negara menyatakan setuju dan 35 negara abstain.

Meski demikian, pemerintah Israel dan Amerika Serikat (AS) dengan pongah tetap merasa benar, menanggapi keputusan Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) terkait keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Pemerintah kedua negara ini tak mau mengakui fakta bahwa mayoritas anggota PBB menyatakan keputusan Trump tidak benar.

Baca: Jadi Tuan Rumah Simposium Israel Palestina, Akankah China Jadi Mediator Internasional Gantikan AS?

Jerman beserta 21 negara Uni Eropa lainnya mendukung resolusi PBB tersebut.

Termasuk didalamnya pemegang hak veto di PBB yakni Rusia, Inggris, Perancis, serta Cina. Inggris, pendorong terbentuknya negara Israel, tak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Negara-negara Uni Eropa lainnya yang juga mendukung adalah Italia, Spanyol, Austria, Belgia, Bulgaria, Yunani, Denmark, Siprus Yunani, Estonia, Finlandia, Irlandia, Belanda, Luxembourg, Lithuania, Malta, Portugal, Swedia, Slovakia dan Slovenia.

Baca: Atbah Pimpin Apel Bela Negara di Sambas

Mereka sepakat bahwa status Yerusalem hanya bisa diselesaikan berdasarkan solusi dua negara, yakni Palestina dan Israel.

Halaman
123
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved