Pontianak Sugar Glider - Hewan Peliharaan Lucu yang Tak Perlu Vaksin

Hewan yang termasuk dalam golongan mamalia berkantung ini belakangan menjadi primadona di Taman Alun Kapuas.

Pontianak Sugar Glider - Hewan Peliharaan Lucu yang Tak Perlu Vaksin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/CLAUDIA LIBERANI
Satu dari sugar glider milik Pontianak Sugar Glider yang dibawa ke Taman Alun Kapuas, Minggu (17/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Claudia Liberani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Di bawah pohon, di sudut Taman Alun Kapuas, Adi dan adiknya, Chika, tampak asik bermain dengan seekor sugar glider, hewan kecil dengan nama lain Pertaurus Breviceps. Mereka berdua adalah tamu pertama Pontianak Sugar Glider sore itu, sebuah komunitas penyuka sugar glider di Kota Pontianak yang kerap berkumpul di taman.

Mereka tertawa riang ketika hewan mungil tersebut beranjak meniti lengan mereka. Tampak raut bahagia sekaligus rasa ingin tahu terpancar dari wajah mereka.

Hewan yang termasuk dalam golongan mamalia berkantung ini belakangan menjadi primadona di Taman Alun Kapuas.

Pontianak Sugar Glider sering membawa turun peliharaan mereka untuk diajak bermain bersama pengunjung. Tak heran, dalam waktu sebentar tempat mereka telah ramai oleh masyarakat yang ingin melihat langsung kelincahan hewan imut yang habitat aslinya di Australia dan Papua Nugini.

Meski telah berdiri sejak Oktober 2014, wakil ketua komunitas, Hari Febriansyah mengatakan sugar glider masih terdengar asing bagi segelintir orang.

Hewan omnivora ini memiliki ukuran yang mungil dengan bulu yang lembut. Dia mengatakan sugar glider tidak hanya istimewa karena kemampuannya meloncat dari satu tempat ke tempat lain, keistimewaan lainnya adalah hewan ini tidak perlu divaksin, sehingga aman dipelihara oleh semua kalangan.

Dia menuturkan memelihara hewan ini sangat mudah. Nama sugar yang diambil dari kegemarannya mengonsumsi makanan manis menjadikan Sugar Glider kerap diberi susu, namun susu yang bebas glukosa dan lactosa, karena dia bisa alergi. Untuk makanan sehari-hari sugar glider cukup diberi bubur bayi.

"Untuk tempat tidur juga mudah, terserah mau dibuatkan kandang yang seperti apa, pokoknya tenang dan tidak terlalu gelap karena dia hewan nocturnal, kalau gelap kerajaannya tidur terus " jelasnya.

Dia menuturkan berbeda dengan hewan lain yang berpotensi menularkan penyakit, sugar glider merupakan hewan yang aman. Perawatan mudah dan lucu, inilah yang menjadi alasan mengapa dia memeliharanya.

Sugar glider yang dia pelihara adalah jenis mosaic, di Pontianak jenis ini dominan, sama seperti sugar glider classic gray.

"Saat ini sudah mulai banyak yang memelihara hewan ini, tapi terbatas kalangan komunitas. Secara umum mungkin belum semuanya mengenali tupai loncat, karena itu kita ada di sini," terangnya.

Dia mengatakan awalnya sugar glider pertama di Pontianak berasal dari Jawa Barat, sampai akhirnya banyak yang tertarik untuk memelihara hewan ini dan mengadopsinya, lambat laun menjadi peternak hingga sugar glider banyak ditemui di Pontianak.

"Saya harap makin banyak yang ingin tahu pada sugar glider, karena dengan banyaknya pecinta hewan, lahir hewan-hewab baru yang tidak diambil dari alam," pungkasnya.

Penulis: Claudia Liberani
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help