Meski Terdengar Geli, Ini Alasan Scientific Mengapa Orang Pacaran Manggilnya 'Baby' atau 'Honey'

Ilmuwan berpendapat menggunakan 'baby' membuat orang merasa terbuka dan nyaman dengan pasangannya.

Meski Terdengar Geli, Ini Alasan Scientific Mengapa Orang Pacaran Manggilnya 'Baby' atau 'Honey'
Pexels.com
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kalian pasti punya panggilan sayang untuk pacar. Misalnya, sayang, ayang, baby, honey atau sebagainya.

Kecuali memang tak punya pacar, beda ceritanya.

Baru-baru ini, sebuah studi dari beberapa profesor ternama menjelaskan alasan mengapa orang-orang sering memanggil 'baby', beb' honey, dsb ke pasangan masing-masing.

Atau setidaknya, pasangan kamu suka berbicara seperti bayi. Agak menggelikan, bagi yang single.

Perkenalkan, mereka adalah Profesor Dean Falk seorang neuroanthropologist dari Universitas Negeri Florida, Profesor Frank Nuessel dari Universitas Louisville dan psikoterapis Dr. Nan Wise.

Dilansir dari situs berita The Independent, mengutip Broadly, Minggu (10/12/2017) Profesor Falk mengatakan panggilan 'baby' sudah dipakai secara meluas dan lintas budaya oleh ibu-ibu di seluruh dunia.

"Bahasa ini ada ketika bayi belajar berbahasa, juga mengekspresikan cinta dan menghubungkan ikatan antara ibu dan bayinya," kata Profesor Falk.

Baca: Akan Menikah dengan Pria Sempurna, Wanita Ini Putusakan Operasi Keperawanan, Ternyata Suaminya . .

Ketika bayi belajar bahasa, mereka biasa membunyikan vokal 'a' dan konsonan seperti 'p' dan 'b' dan 'm' karena bunyinya bilabial (bunyi yang terbentuk dari mulut dan hidung yang tertutup).

Beberapa studi menunjukkan bahwa anak kecil suka mendengar bayi yang sedang berbicara dan akhirnya itu ditiru, terutama ibu mereka.

Halaman
123
Penulis: Efrem Limsan Siregar
Editor: Efrem Limsan Siregar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help