Youngster

Commweek, Tolak Ukur Mahasiswa Ikom Sebagai Event Organizer

Commweek juga memberi ruang di mana para mahasiswa bisa saling menjalin persaudaraan, kekeluargaan, kebersamaan dalam lingkungan kampus

Penulis: Muzammilul Abrori | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Panitia Communication week saat berfoto bersama, Sabtu (9/12/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Claudia Liberani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dosen Ilmu Komunikasi, Aliyah Nur'Aini Hanum mengapresiasi agenda Commweek yang dilaksanakan mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Untan di rumah dinas wakil wali kota Pontianak, Sabtu (9/12/2017).

Penyelenggaraan commweek ke -4, sejak diselenggarakan tahun 2014 ini dinilainya dapat mengidentifikasikan banyak hal, di antaranya sebagai tolok ukur mahasiswa Ikom sebagai Event Organizer yang harus memiliki kemasan menarik setiap tahun, dengan ide kreatif, improvisasi, dan kerjasama tim.

(Baca: Communication Week, Ospek Keren dari Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Untan )

Setiap tahun selalu terjadi improvisasi dalam Commweek, baik settingan panggung, konsep acara, dan kegiatan di dalamnya.

Mahasiswa menerima tantangan tersebut sebagai agenda rutin, menurutnya ini bisa mengajarkan mereka banyak hal.

"Kita juga bisa mendapatkan pemetaan kompetensi/skill setiap mahasiswa baru melalui berbagai kompetisi yang diadakan, sehingga kelak, manakala kita membutuhkan potensi yg bisa mewakili Ikom untuk ajang kompetisi, maka kita tau persis siapa yang dapat kita ajukan," ujarnya.

(Baca: Atletik Kalbar Berpeluang Gabung Timnas Asian Games 2018 )

Dengan adanya kegiatan ini kompetisi positif dalam diri mahasiswa sudah terbangun sedari dini, selain itu mahasiswa berani unjuk keterampilan, dan juga untuk mengukur kemampuan diri.

"Manfaat secara sosial psikologis misalnya, mahasiswa akan belajar beradaptasi, memasuki gerbang perkuliahan dengan dinamika kampus yang berbeda dengan nuansa sekolah menengah," tambahnya.

Commweek juga memberi ruang di mana para mahasiswa bisa saling menjalin persaudaraan, kekeluargaan, kebersamaan dalam lingkungan kampus, sehingga kedekatan emosional dapat tercipta.

"Bila nuansa akademik mereka tercipta dengan baik, maka impact bagi kampus juga pasti sangat terasa. Mereka semangat, semakin kreatif, paham bahwa ada abang/kakak yang akan mengayomi, dan mengerti bahwa sebagai adik harus disayangi dengan cara yang bijak sehingga studi mereka dapat lebih lancar karena mereka satu tubuh," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved