Satu Anggota Polres Sintang Dipecat, Kapolres Beri Imbauan Tegas

AKBP Sudarmin menjelaskan pemecatan adalan bentuk realisasi penerapan disiplin demi terwujudnya supremasi internal Polri

Satu Anggota Polres Sintang Dipecat, Kapolres Beri Imbauan Tegas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ WAHIDIN
Kapolres Sintang, AKBP Sudarmin memimpin upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) satu anggotanya, Brigadir Abdi Iwan dan Pemberian Reward kepada 9 (Sembilan) personil yang berprestasi dan berkinerja baik di Halaman Kantor Mapolres Sintang, Kamis (7/12/2017) pagi. 

"Kepada anggota yang telah terbukti melanggar norma Etika dan Disiplin sebagai anggota Polri dengan memberikan "Punishmen" salah satunya implementasinya adalah Penerbitan Keputusan Kapolda Kalbar nomor : KEP/773/X/2017, tanggal 19 Oktober 2017 tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dan salah satunya adalah anggota Polres Sintang an Brigadir Abdi Iwan Satya Fahamsyah," jelasnya

Abdi Iwan terhitung mulai 19 Oktober 2017 telah dilakukan PTDH dan yang bersangkutan sejak dikeluarkan Surat Keputusan Pemecatan hingga saat ini tidak menampakan dirinya.

Untuk proses upacara PTDH dilakukan tanpa hadirnya yang bersangkutan (absensia), namun proses pemecatan tetap berjalan dengan menampilkan foto Abdi Iwan yang dipegang oleh anggota Polres Sintang.

AKBP Sudarmin menjelaskan pemecatan adalan bentuk realisasi penerapan disiplin demi terwujudnya supremasi internal Polri.

Tujuannya untuk menjadi gambaran atau contoh kepada anggota lainnya agar tidak melakukan hal yang sama.

"Perlu saya ingatkan bahwa bagi anggota yang telah melakukan pelanggaran disiplin hingga tiga kali maka akan dapat diajukan untuk disidang KKE, karena tidak layak menjadi anggota Polri," katanya.

Ia mengingatkan agar seluruh anggota Polres Sintang untuk melaksanakan tugas dengan baik dan benar dengan berpedoman kepada Tri Brata dan Catur Prasetya.

"Serta berpegang teguh pada agama yang dianut, aturan dan undang-undang yang ada, berpikir panjanglah sebelum berbuat dan bertindak," tegas AKBP Sudarmin.

Hal tersebut sehubungan dengan tugas Polri sebagai Pelindung, Pengayom dan Pelayanan masyarakat, serta penegakan hukum agar setiap tingkah laku anggota Polri harus menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

"Jadi sudah wajar apabila hukuman dijatuhkan terhadap anggota Polri yang tidak mentaati serta tunduk terhadap peraturan disiplin maupun kode etik Kepolisian," ujarnya

Kapolres Sintang berharap agar upacara PTDH pada hari ini (Kamis), merupakan upacara pertama dan terakhir di Polres Sintang.

"Saya berharap mulai saat ini dan seterusnya tidak ada lagi anggota Polres Sintang yang melanggar hukum, baik itu hukum disiplin, Pidana maupun Kode Etik Profesi Polri," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help