TribunPontianak/

Satgas Pamtas Amankan Peluru dan Gaharu Ilegal‎, Salah Satu Penyeludupnya Warga Malaysia!

Satgas Pamtas dari Yonif 123/Rajawali berhasil mengamankan empat orang yang membawa peluru jenis penabur dan kayu gaharu di kawasan PLBN

Satgas Pamtas Amankan Peluru dan Gaharu Ilegal‎, Salah Satu Penyeludupnya Warga Malaysia!
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Sejumlah barang sitaan Satgas Pamtas Yonif /123 di Pos PLBN Indonesia - Malaysia di Nanga Badau Kapuas Hulu, belum lama ini. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hadi Sudirmansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Prajurit TNI AD yang bertugas sebagai Anggota Satuan Tugas Perbatasan (Satgas Pamtas) dari Yonif 123/Rajawali berhasil mengamankan empat orang yang membawa peluru jenis penabur dan kayu gaharu di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Indonesia - Malaysia di Kecamatan Badau, pada Minggu (3/12/2017)‎

Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) XII/Tanjungpura Kol Inf Tri Rana Subekti, saat di konfirmasi menjelaskan berbagai jenis barang bukti yang diamankan di lokasi kejadian.

Antara lain tujuh butir peluru jenis penabur dan 600 gram kayu gaharu kering ilegal.

(Baca: Cuaca Tak Menentu, Warga Diimbau Waspada )

“Ke empat orang tersebut Diamankan anggota Satgas Pamtas, ketika di periksa oleh anggota jaga di Pos pada Minggu 3 Desember 2017", ujar Kapendam XII Tpr pada Kamis (7/12) di Media Center Penerangan Kodam XII/Tanjungpura

Kemudian Tri Rana mengungkapkan, empat orang yang diamankan tersebut yaitu Sufian (40) warga Negara Malaysia sebagai sopir taxi Malaysia - Indonesia dengan nomor polisi QAA 3316 L jenis mobil Proton Extora.

(Baca: Taman Bacaan Kemala Cinta Indonesia Dapat Bantuan Buku )

Selanjutnya Unui (36) warga Negara Indonesia berasal dari Dusun Bukit Sunan, Kecamatan Mentebah, Kapuas Hulu, Baita (24) warga Negara Indonesia berasal dari Kecamatan Kalis, Kapuas Hulu dan Hendrikus Sunden (32) warga Negara Indonesia berasal dari Desa Datah Diaan, Kecamatan Putussibau Utara, Kapuas Hulu.

"Keempat orang tersebut tertangkap dalam satu mobil di Badau dari arah Malaysia," ungkap Kapendam

Dan Tri Rana menjelaskan, dalam mobil tersebut juga telah didapati sejumlah senjata tajam berupa lima golok, dua kapak, 31 pisau kecil yang diduga sebagai alat pengambil kayu gaharu.

"Saat ini mereka berempat beberapa waktu lalu telah kita serahkan kepada pihak Kepolisian di Polsek Badau, untuk proses hukum lebih lanjut, karena kita (TNI) jika ada temuan hanya mengamankannya, namun untuk proses lanjutnya itu wewenang kepolisian,"katanya

Dikatakannya lagi, memang sebelum di limpahkan, Keempat orang tersebut beserta barang bukti sempat diamankan dan diperiksa di Pos Kotis Satgas Pamtas Yonif 123/Rajawali di Nanga Badau.

"Setelah itu, pukul 16.00 WIB langsung diserahkan kepada Polsek Badau,” pungkasnya

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help