TribunPontianak/

Pontianak Butuh 150 Kantong Darah per Hari, PMI Kewalahan Penuhi Permintaan Pasien

Padahal permintaan darah yang harus dipenuhi PMI Pontianak tidak hanya berasal dari Pontianak karena para pasien datang dari....

Pontianak Butuh 150 Kantong Darah per Hari, PMI Kewalahan Penuhi Permintaan Pasien
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Claudia Liberani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala seksi Pencari Pelestari Donor Darah Sukarela (P2D2S) PMI Pontianak Rini Pujiastuti mengatakan keterbatasan darah di PMI bisa tertutupi jika saja banyak masyarakat yang berkenan menjadi pendonor sukarela.

Dia mengatakan kesadaran masyarakat untuk menjadi pendonor sukarela masih sedikit, masih terbatas pada komunitas atau orang-orang tertentu.

Padahal permintaan darah yang harus dipenuhi PMI Pontianak tidak hanya berasal dari Pontianak karena para pasien datang dari berbagai kab/kota di Kalbar.

(Baca: Fakta Baru Jaringan Gay Pontianak Yang Jerat Pelajar dan Mahasiswa, Ini Kemungkinan Yang Terjadi! ) 

"Pontianak membutuhkan darah 100-150 kantong per hari. Karena itu PMI sangat mengapresiasi aksi sosial yang diadakan oleh masyarakat," katanya saat diwawancarai di sebuah aksi sosial donor darah belum lama ini.

Dia berharap semakin banyak masyarakat yang mau peduli pada sesama dengan mau mendonorkan darahnya.

Karena selain membantu sesama, donor juga baik untuk kesehatan pendonor itu sendiri.

Masih rendahnya minat masyarakat untuk melakukan donor darah secara sukarela juga diakui oleh Ria dari Komunitas Darah Segar Pontianak, sebuah komunitas yang mewadahi orang-orang yang bersedia mendonorkan darahnya di Pontianak.

"Sejauh ini masih banyak ditemui masyarakat yang takut untuk donor darah. Selain takut jarum juga ada kendala lain. Mungkin karena masih kurang paham dengan manfaat donor darah," katanya, Kamis (7/12/2017) melalui pesan singkat.

Dia mengatakan permintaan darah di Kota Pontianak memang tinggi, untuk itu komunitasnya sering bekerjasama dengan instansi untuk melakukan donor darah.

"Untuk instansi jika mendonor bisa mencapai ratusan tapi di komunitas sendiri paling dapatnya sekali donor hanya 50. Dalam satu kegiatan tidak tentu dapat darahnya berapa banyak karena kita tida memaksa orang untuk mendonorkan darahnya," ujarnya.

Karena itulah dia berharap agar masyarakat banyak yang tergerak untuk menyumbangkan darahnya bagi orang yang membutuhkan.

Penulis: Claudia Liberani
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help