TribunPontianak/

Perempuan Dianggap Lalai Berkendara, Lelucon atau Stigma?

Kompol Syfarifah Salbiah mengimbau agar masyarakat tidak mengeneralisir penyebab kecelakaan lalu lintas adalah perempuan.

Perempuan Dianggap Lalai Berkendara, Lelucon atau Stigma?
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/CLAUDIA LIBERANI
Kasat Lantas Polresta Kota Pontianak, Kompol Syfarifah Salbiah di Mapolresta Pontianak Kota, Kamis (7/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Claudia Liberani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kasat Lantas Polresta Kota Pontianak, Kompol Syfarifah Salbiah mengimbau agar masyarakat tidak mengeneralisir penyebab kecelakaan lalu lintas adalah perempuan.

Hal ini dikatakannya untuk menyikapi stigma yang menganggap perempuan lalai dalam berkendara.

Stigma ini telah beredar sangat luas bahkan kerap menjadi lelucon. Berbagai meme yang menggambarkan perempuan mengendarai motor dengan lampu sein menyala sudah tidak asing di masyarakat.

Hal ini terus berlanjut hingga mengarah pada hal yang serius, driver ojek online perempuan kerap menjadi korban.

Penumpang laki-laki kerap merasa tidak aman ketika dibonceng mereka, sehingga driver ojek online perempuan duduk di belakang dan dibonceng penumpangnya bukanlah pemandangan baru.

(Baca: Terlibat Kecelakaan Lalu Lintas, Kompol Salbiah: Jangan Langsung Kabur! )

Kasat Lantas Polresta Kota Pontianak, Kompol Syfarifah Salbiah menganggap hal ini merupakan kekeliruan, karena berdasarkan data tidak terbukti bahwa perempuan merupakan penyebab kecelakaan lalu lintas.

Berdasarkan 463 kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi sepanjang Januari hingga November 2017. Dia mengatakan penyebabnya sangat bervariasi.

"Ibu-ibu memang sedikit rawan, biasanya bonceng anaknya sampai lebih dari satu, tapi bukan berarti mereka faktor dominan dalam laka lantas," katanya, Kamis (7/12/2017).

Perempuan berkerudung yang dulu menjabat Kasat Binmas ini mengimbau agar masyarakat tidak keliru menganggap semua perempuan lalai dalam berkendara.

"Ada juga yang teliti dan berhati-hati, ini tugas kita semua untuk memperbaiki stigma tersebut," ungkapnya.

Dia mengatakan sosialisasi mengenai keselamatan berlalu lintas sudah sering dilakukan. Kelalaian yang kerap ditemukan bisa saja terjadi karena dan oleh semua orang tanpa memandang gander.

"Namanya di jalan raya, tidak perempuan atau laki-laki, jika lengah kita bisa jadi korban maupun jadi pelaku. Karena itu, sekali lagi ingatlah untuk berhati-hati dalam berkendara," pungkasnya.

Penulis: Claudia Liberani
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help