TribunPontianak/

Pasca Ditangkapnya NH Oleh Densus 88, Atbah Pastikan Kabupaten Sambas Aman

Atbah menegaskan bahwa NH sebenarnya tidak ada keterkaitan aktifitasnya dengan Kabupaten Sambas.

Pasca Ditangkapnya NH Oleh Densus 88, Atbah Pastikan Kabupaten Sambas Aman
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TITO RAMADHANI
Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili menegaskan, pasca diamankannya pria berusia 36 tahun berinisial NH, oleh tim Densus 88 Anti Teror dan Polda Kalbar di ruang tunggu keberangkatan internasional, Terminal Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar pada Senin (27/11/2017) lalu.

Kondisi keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Sambas tetap kondusif.

Serta tidak terdeteksi adanya aktifitas kelompok-kelompok berpaham radikal, terorisme atau bahkan kelompok-kelompok yang berafiliasasi dengan jaringan terorisme internasional Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

(Baca: Gerakan Sahabat NH di Sambas Desak Densus 88 Bebaskan NH )

"Kami paham bahwa salah satu masyarakat yang lahir di Kabupaten Sambas, tepatnya di Desa Sekuduk, NH yang saat ini di proses pemeriksaan oleh Densus 88 Anti Teror. Jadi saya tegaskan, saya melihat bahwa Sambas sampai hari ini aman, Sambas sampai hari ini kondusif dan terhindar atau bersih dari kelompok berpaham radikal atau terorisme, atau pun kelompok-kelompok yang terkait dengan apakah itu ISIS atau kelompok radikal lainnya," tegas Atbah, Kamis (7/12/2017).

(Baca: Pengin Umur Panjang? Konsumsi Deh 12 Makanan Ini, No 6 Kamu Banget )

Atbah mengatakan, ia akan memastikan lebih lanjut, sejauh mana keterkaitan NH yang menurut Densus 88 Anti Teror, diduga terlibat dengan jaringan terorisme.

"Ada pun yang kemarin terjadi, saya pikir kita perlu melihat di mana dia bersentuhan dengan kelompok radikal itu. Jika pun dia diindikasikan atau diduga terlibat dalam jaringan terorisme, pastikan atau ada kejelasan di mana dia bersentuhan dengan kelompok terorisme, di mana jaringannya, ke mana arahnya, dan saya pikir perlu kami dalami," jelasnya.

Namun dalam konteks Kabupaten Sambas, Atbah menegaskan bahwa NH sebenarnya tidak ada keterkaitan aktifitasnya dengan Kabupaten Sambas.

"Jadi dia hanya lahirnya saja di Kabupaten Sambas. Jadi saya tegaskan, Kabupaten Sambas aman dan kondusif," tegasnya.

Atbah berjanji, akan merangkul seluruh pihak, untuk bersama-sama berkomitmen menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kabupaten Sambas.

"Insya Allah kami akan berupaya semaksimal mungkin merangkul semua kalangan, ormas, tokoh masyarakat, tokoh agama dan organisasi-organisasi keagamaan, bahwa kami berkomitmen untuk tetap dengan golongan Ahlus Sunnah Wal Jamaah, yaitu golongan yang dicintai, disenangi dan diminati serta menjadi sumber dari akidah masyarakat Kabupaten Sambas, dan tidak akan berubah," ujarnya.

Upaya tersebut menurutnya akan ditindaklanjuti dengan berkoordinasi, di mulai dari tingkat masyarakat paling bawah hingga pada level Forkopimda Sambas.

"Pengawasan akan diberikan hingga ke level terbawah di masyarakat, insya Allah aman. Karena kita punya kebiasaan yang biasa-biasa saja, ketika ada hal-hal yang tidak biasa atau luar biasa, biasanya masyarakat melakukan pencegahan atau penolakan sejak dini," sambungnya.

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help