TribunPontianak/

Hargai Warisan Geologis, Mahasiswa IKIP PGRI Gelar KKL di Batu Burung

Fakultas ilmu pendidikan dan pengetahuan sosial, jurusan pendidikan geografi menggelar kuliah kerja lapangan di Batu Burung.

Hargai Warisan Geologis, Mahasiswa IKIP PGRI Gelar KKL di Batu Burung
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TRY JULIANSYAH
Mahasiswa IKIP PGRI Jurusan Geografi usai menggelar KKL di Baru Burung, Kamis (7/12). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Fakultas ilmu pendidikan dan pengetahuan sosial, jurusan pendidikan geografi menggelar kuliah kerja lapangan untuk angkatan 2016 di Batu Burung, 6-7 Desember.

Dimana menurut dosen mata kuliah KKL, Agus Suwarno, KKL ini merupakan bagian dari implementasi dari terori yang telah di ajarkan di perkuliahan.

"KKL pertama 1 materi pengenalan tentang lahan atau alam, yaitu Alam marin sekitar batu burung, Sedau. Disini selain melakukan pengamtan batuan yang ada kami juga melakukan bakti sosial di pantai baru burung," ujarnya, Kamis (7/12).

Selain batu burung diakuinya 28 mahasiswa yang ikut di KKL tersebut juga mengamati bentang alam di Tanjung Karang. Dimana ini menurutnya juga bagian dari pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengetahui jenis batuan yang ada di sepanjang pantai tersebut.

"Pada kesempatan ini merupakan upaya kita agar mahasiswa melihat langsung jenis batuan, dan proses terbentuknya bentangan alam. Dari jenisnya, batuannya memiliki kesamaan hingga ke pantai kura-kura hanya berbeda  pembentukan karena polannay," lanjutanya.

Menurutnya jenis bebtauan didominasi jenis granit, dan andesit dimana untuk batuan asli merupakan andesit.

"Batuan asalnya disini andesit bawahnya sampai ke Kura-kura karena ini termasuk pada formasi gunung api raya Singkawang tapi sudah mati," ungkapnya.

Diakuinya KKL ini juga merupakan swadaya dari Mahasiswanya sehingga ia berharap nantinya ini memberikan efek pembelajaran bagi mahasiswa tersbeut. Dimana ia menilai bebatuan yang ada di sepanjang pantai batu burung merupakan warisan alam yang seharusnya di perhatikan.

"Kegiatan disini merupakan inisiatif dari mahasiswa, untuk pendekatan ekologi, mereka. Tujuannya pengenalan bentang lahan, pembelajaran lapangan dan teori dan kontekstual, dan menggali efek dari pembelajaran, usia batu ini misalnya jutaan tahun kan sayang jika dipecahkan untuk dijadikan jalan, ini merupakan warisan geologis yang proses geogelogi nya memakan waktu jutaan tahun," tutupnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help