TribunPontianak/

Citizen Reporter

Dishub Berencana Buka Kembali U-Turn Di depan Kantor Taspen

Manajemen rekayasa lalu lintas ini dilakukan untuk mengurai penumpukan kendaraan dari arah A Yani Mega Mall yang memutar di u-turn depan eks SPBU OSO

Dishub Berencana Buka Kembali U-Turn Di depan Kantor Taspen
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Ilustrasi 

Citizen Reporter 

Jimmy Ibrahim
Humas Pemkot Pontianak

 TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pontianak berencana membuka kembali u-turn atau putaran kendaraan di depan Kantor Taspen Jalan Ahmad Yani.

Manajemen rekayasa lalu lintas ini dilakukan untuk mengurai penumpukan kendaraan dari arah A Yani Mega Mall yang memutar di u-turn depan eks SPBU OSO ke arah Bundaran Untan.

"Kita akan coba membuka u-turn di depan Kantor Taspen tetapi hanya diperuntukkan bagi kendaraan dari arah Mega Mall ke Bundaran Untan, tidak untuk arah sebaliknya. Jadi, u-turn itu hanya satu arah dari Mega Mall memutar ke Bundaran Untan," jelas Kepala Dishub Kota Pontianak, Utin Sri Lena ditemui saat menggelar razia gabungan dengan Satlantas Polresta Pontianak di Jalan Rahadi Usman, Rabu (6/12/2017).

(Baca: Harga Pangan Dorong Deflasi November 2017, Inflasi Diperkirakan Meningkat )

Kemudian, lanjutnya, untuk u-turn yang berlokasi di Jalan Tanjungpura, tepatnya di depan Jalan Siam dan Jalan Barito, pihaknya meminta kepada instansi terkait atau Balai Jalan untuk menutup u-turn tersebut.

Sebab menurutnya, posisi u-turn tersebut persis di depan mulut jalan. Kondisi itu acapkali disalahgunakan pengendara kendaraan bermotor yang keluar dari mulut jalan dengan mengambil jalan pintas memutar di u-turn persis di depannya.

"Itu yang membuat sering terjadinya kecelakaan lalu lintas. Makanya kita minta u-turn tersebut ditutup untuk menghindari kecelakaan lalu lintas serta memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan raya," ungkapnya.

Untuk manajemen rekayasa lalu lintas ini, Utin mengatakan pihaknya akan membahas dengan instansi terkait. Selain itu, ke depan, Dishub berencana menerapkan Lajur khusus Kendaraan roda dua di titik-titik perempatan traffic light.

Seperti perempatan Jalan Diponegoro yang menurutnya cukup sempit sehingga kendaraan bermotor roda dua menumpuk ke depan hingga melanggar batas stop line. LHK ini berada di depan perempatan sebelum stop line lampu merah dan diperuntukkan khusus kendaraan roda dua.

Sementara bagi kendaraan roda empat berada di belakang lajur LHK.

Namun sebelum penerapan LHK, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan kajian terhadap volume kendaraan roda dua untuk masing-masing perempatan lampu merah.

"Rencananya akan diterapkan pada tahun 2018. Tujuannya supaya kendaraan bermotor roda dua tidak menumpuk sehingga melewati batas stop line," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help