TribunPontianak/

Bank Indonesia Dorong Perbankan Penuhi Rasio Kredit 20 Persen Untuk UMKM

Harapannya akan mendorong pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru sehingga meningkatkan ketersediaan lapangan pekerjaan baru.

Bank Indonesia Dorong Perbankan Penuhi Rasio Kredit 20 Persen Untuk UMKM
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Kalbar, Dwi Suslamanto 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPw) Bank Indonesia Kalbar, Dwi Suslamanto mengatakan untuk meningkatkan kapabilitas UMKM, Bank Indonesia akan menyiapkan kebijakan dan infrastruktur pada berbagai aspek. Di antaranya kemudahan berusaha, produksi, pemasaran, dan keuangan.

"Dalam kaitan ini, Bank Indonesia akan memperkuat program pengembangan wirausaha yang telah dilakukan selama ini. Untuk itu kami akan memperkuat komitmen untuk mendorong bank umum memenuhi target rasio kredit UMKM sebesar 20 persen tahun 2018 dengan tidak meninggalkan prinsip kehati-hatian," ujar Dwi pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia baru-baru ini.

Melalui program ini kata Dwi, bonus demografi diharapkan dapat dimanfaatkan melalui penciptaan wirausaha baru yang handal dan inovatif.

(Baca: Kendalikan Inflasi, Ini Langkah Pemprov dan Bank Indonesia Melalui TPID )

Harapannya akan mendorong pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru sehingga meningkatkan ketersediaan lapangan pekerjaan baru.

Peningkatan kapabilitas yang dilakukan perlu didukung peningkatan intermediasi oleh perbankan kepada UMKM. Oleh karenanya pelatihan dan berbagai pembinaan kepada UMKM juga perlu dilakukan. Dwi mengaku sebagian besar UMKM masih terhambat dalam penyusunan laporan keuangan, Bank Indonesia melalui Inkubator Bisnis juga membantu lahirnya pelaku UMKM baru.

"Apalagi Inkubator Bisnis Bank Indonesia Kalbar sudah memiliki 19 orang peserta Trainer Orientation Program (TOP). Kedepan mereka ini siap membuka Inkubator Bisnis disejumlah desa di Kalbar. Bahkan, sebelum diwisuda, ada beberapa anggota tim TOP yang sudah membuka inkubator bisnis mereka sendiri," ujarnya.

Trainer kata Dwi wajib mengikuti masa pendidikan selama enam bulan dan diberikan pembekalan yang matang untuk memberikan materi tentang wirausaha kepada masyarakat. Sehingga siap untuk membuka inkubator bisnis dan menciptakan wirausaha baru di sejumlah desa.

"Sesuai dengan tujuan kita menciptakan banyak Inkubator Bisnis di Kalbar sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkn ilmu tentang wirausaha," harapnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help