TribunPontianak/

Citizen Reporter

Christiandy, Manusia Berkualitas Tinggi, Bangsa dan Negara Kuat

Kalbar wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia Timur ( Sarawak), akan menjadi salah satu garda terdepan

Christiandy, Manusia Berkualitas Tinggi, Bangsa dan Negara Kuat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Wakil Gubernur Christiandy Sanjaya SE MM didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kalbar Ny.Frederika Cornelis,S.PD dan Kepala BKKBN memukul Gong pembukaan Lokakarya di Pendopo Gubernur. 

Citizen Reporter
Nasir
Humas Pemprov Kalbar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Manusia sebagai insan harus dibangun kehidupannya, sesuai dengan hakekat PembangunaN, untuk itu kualitas dan kemampuannya harus ditingkatkan, untuk mengangkat harkat dan martabarnya, Pembangunan yang dilaksanakan harus mewujudkan keadilan dan pemerataan, dengan sasaran dapat menciptakan manusia kualitas, masyarakat yang maju, mandiri, sehingga manusianya berkualitas tinggi, dengan demikian bangsa dan negara menjadi kuat, “ungkap Wakil Gubernur Kalbar Drs.Christiandy Sanjaya,SE.MMusai membuka Lokakarya Nasional Pembelaqjaran dan keberlanjutaqn Advokasi Revitalisasi Keluarga Berencana, berlangsung di Pendopo Gubernur, Selasa (5/12) Malam.

Lanjutnya, Kalbar wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia Timur ( Sarawak), akan menjadi salah satu garda terdepan yang akan merasakan langsung akibat dari globalisasi, sehingga diperlukan pembangunan program peningkatan ketahanan keluarga, karena ketahanan keluarga merupakan pondasi kokoh dalam ketahanan bangsa dan negara,” jelas Chrisntiandy.

“Pembangunan Manusia sebagai “Model” Pembangunan tentang penduduk, untuk penduduk dan oleh penduduk, penciptaan lapangan kerja melalui perluasan pertumbuhan ekonomi dalam negeri, serta memberdayakan penduduk dalam menentukan harkat manusia dengan cara berpartisipasi dalam proses politik. “tegasnya.

Program kependudukan di Kalbar hampir 70.96 % dari pasangan Usia Subur merupakan peserta KB Aktif, namun demikian masih didominasi oleh kontrasepsi hormonal ( Pill dan Suntikan), kondisi ini menajdi pemicu Kalbar dan Perwakilan BKKBN Kalbar untuk terus mengutamakan jaminan keberlangsungan penggunaan kontrasepsi dan PUS, serta mengupayakan peningkatan penggunaan Kontrasepsi dengan metode kontrasepsi jangka panjang, akses pelayanan KB kepada masyarakat melalui kegiatan bhakti sosial dan Tim Pelayanan KIE dan KB Keliling.

Mengingat kondisi dan geografis dan sebagaian masyarakat Kalbar merupakan wilayah terpencil, tertinggal, kepulauan dan perbatasan, dimana jarak dari domisili penduduk ke tempat pelayanan KB yang relatif jauh, Kalbar salah Provinsi yang terpilih untuk melaksanakan program Advance Family Planning ( AFF) Program untuk merevitalisasi program KB di Era Desentalisasi, Untuk itu Program ini diharapkan dapat menyentuh hingga ke Desa/Kelurahan dengan mendapat dukungan mulai dari Gubernur, Bupati / Walikota untuk dapat mendukung Program tersebut, “papar Christiandy.

Sesuai Mandat dari Presiden Joko Widodo untuk Program Kampung Keluarga Berencana di Kalimantan Barat, telah terbentuk sebanyak 98 Kampung KB yang tersebar di 14 Kabupaten/Kota.Dari sisi kwantitas jumlah tersebut memang belum mencapai harapan, tetapi dari sisi kwalitas cukup memadai, karena tahap pertama ini merupakan Uji Coba, ajang untuk pembelajaran bagi seluruh komponen, bagaimana melakukan perencanaan, pelaksanaan sampai dengan mengukur keberhasilan secara bersinergi dari semua unsur yang terlibat.

”Untuk ditingkat provinsi telah terbentuk Pokja Lintas Sektoral yang disebut Provincial Working Group ( PWG) dan tewlah aktip bekerja yang terbentuk dengan SK Gubernur No.188/Kesra/2017. Demikian pula dengan Kabupaten/ Kota telah terbentuk juga District Working Group ( DWG) dengan SK Bupati/Walikota yang berfungsi sebagai lembaga yang bertanggung jawab mengelola KB dan mensinergikan dengan program pembangunan lainnya, imbuhnya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help