TribunPontianak/

Citizen Reporter

Budidaya Ikan Nila Unggul GESIT, Cocok untuk Lahan Sempit

Metode budidaya ikan nila unggul dan lele tambahnya, menggunakan sistem bioflok memiliki kelebihan sedikit atau tidak ganti air...

Budidaya Ikan Nila Unggul GESIT, Cocok untuk Lahan Sempit
TRIBUNFILE/IST
FOTOBERSAMA - Anggota DPR/MPR RI dari Partai Gerindra, Katherine Angela Oendoen berfoto bersama peserta Diseminasi Teknologi Budidaya ikan Nila dan Lele di Kota Pontianak, Senin (04/12/2017). 

Citizen Reporter

Agustinus Hugo, Staf

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Berupaya terus meningkatkan produktivitas dan pemenuhan ketersediaan pangan protein hewani (ikan), BPPT hadirkan Ikan Nila unggul GESIT (Genetically Supermale Indonesian Tilapia).

Diungkap Direktur Pusat Teknologi Produksi Pertanian BPPT, Arief Arianto, jenis ikan ini mampu untuk budidaya di air asin, seperti lahan tambak marjinal bahkan air laut.

“BPPT telah berhasil membuktikan ikan nila GESIT atau benih ikan nila monoseks jantan dan ikan Nila SALINA untuk meningkatkan produktivitas dan mengoptimalkan lahan tambak idle di Indonesia. Bisa dibudidayakan di laut,” paparnya dalam acara Diseminasi Teknologi Budidaya ikan Nila dan Lele di Kota Pontianak, Senin (4/12/2017).

Dituturkan olehnya, ikan Nila SALINA telah dirilis untuk dapat digunakan oleh masyarakat (petani dan pembudidaya ikan), berdasarkan Melalui Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor :22/KEPMEN-KP/2014.

(Baca: Katherine Ingatkan Generasi Muda untuk Tak Lupakan Sejarah Bangsa ) 

“Ikan nila Salina merupakan jenis ikan nila yang dapat tumbuh baik pada lingkungan perairan bersalinit astinggi antara 20 - 25 ppt. Pembesaran Ikan nila unggul didukung dengan pemberian pakan yang mengandung suplemen pakan protein rekombinan (rGH) yang dapat meningkatkan daya cerna (digestibilty) sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan pakan,” terangnya.

Dalam pelatihan bertajuk “Diseminasi Teknologi Budidaya Ikan Nila Dan Lele Menggunakan Metode Bioflok, Suplemen Pakan Pemercepat Pertumbuhan Rgh Dan Vaksin Dna Streptococcus Iniae” ini, Arief menguraikan bahwa pemberian vaksin DNA Streptococcus Iniae melalui pakan juga diberikan untuk meningkatkan daya tahan hidupnya (survival rate).

Metode budidaya ikan nila unggul dan lele tambahnya, menggunakan sistem bioflok memiliki kelebihan sedikit atau tidak ganti air, cocok untuk lahan sempit, kualitas air budidaya lebih baik dan nilai FCR (feed convertion ratio) rendah.

“Pengembangan ikan Nila dan Lele bertujuan untuk mendorong akselerasi peningkatan produksi perikanan terutama dalam penyediaan pang an protein, produk ekspor, peningkatan ekonomi dan lapangan kerja,” jelasnya.

Pada acara yang dihadiri sekira 100 orang petani ikan di Kabupaten Sambas dan Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Anggota DPR-RI Komisi VII Katherine Angela Oendoen, mengatakan bahwa inovasi BPPT ini harus mampu untuk dioptimalkan oleh petani ikan setempat.

Inovasi ini menurut Katherine, merupakan hal baru, yang harusnya mampu memberi peningkatan produktivitas para petani ikan untuk menghasilkan ikan dalam jumlah banyak, sehingga juga menunjang kesejahteraan masyarakat setempat.

“Inovasi ini sangat bermanfaat dan tepat guna. Ikan yang bisa dibudidaya ditambak dan laut ini harus bisa menjadi modal untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sebagai informasi dalam acara tersebut juga disampaikan beragam paparan materi pelatihan“Diseminasi Teknologi Budidaya Ikan Nila Unggul” oleh Sutanti (Perekayasa BPPT) dan “Budidaya Lele dengan Aplikasi Bioflok” oleh M. Kholik Firman syah, (Perekayasa BPPT) dan “Praktekpembuatan pa kan yang mengandung vaksin DNA Streptococcus iniae dan su plemen pakan rGH”.

Selain itu pada acara yang juga dihadiri Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Pontianakini juga dilakukan penyerahan paket sebagai sarana percontohan budidaya meliputi benih ikan Nila, benih ikan Lele, pakan pelet, paket bioflok, kolam terpal, pompa dan hi blow dari BPPT kepada kelompok pembudidaya ikan setempat.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help