TribunPontianak/

Citizen Reporter

Tergerus Akibat Aktivitas Manusia, Populasi Bekantan di Kalimantan Berkurang

Nasib bekantan ini di“bedah” pada acara Bedah Buku Bekantan: Perjuangan Melawan Kepunahan” yang diadakan di Perpustakaan Kementerian...

Tergerus Akibat Aktivitas Manusia, Populasi Bekantan di Kalimantan Berkurang
TRIBUNFILE/IST
Bekantan (Nasalis larvatus) atau satwa khas Kalimantan. 

Citizen Reporter

Lia Syafitri, Koordinator Komunikasi WWF-Indonesia Program Kalbar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Bekantan (Nasalis larvatus) atau satwa khas Kalimantan saat ini perlu perhatian khusus.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa peneliti dari berbagai lembaga, jumlah populasi bekantan menunjukkan tren menurun akibat habitatnya yang makin tergerus oleh aktivitas manusia.

Padahal keberadaan bekantan ini merupakan indikator ekosistem sehat yang dapat menunjang kesejahteraan manusia.

Nasib bekantan ini di“bedah” pada acara Bedah Buku Bekantan: Perjuangan Melawan Kepunahan” yang diadakan di Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.

(Baca: Keinginan Presiden Sendiri, Jokowi Rencananya Hadir Dalam Perayaan Natal di Kalbar ) 

Ada delapan narasumber yang membahas nasib bekantan ke depan.

Mereka adalah Prof. Hadi Alikodra, Guru Besar Kehutanan IPB, Ir. Wiratno M.Sc Dirjen KSDAE, Dr. Sofian Iskandar dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehutanan KLHK, Chairul Saleh, Species Specialist WWF-Indonesia, Fairus Mulia dari PT. Kandelia Alam dan Fitrian Ardiansyah dari IDH.

Dua publik figur dan supporter kehormatan WWF-Indonesia juga turut meramaikan bedah buku bekantan ini.

Halaman
1234
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help