TribunPontianak/

Citizen Reporter

Karolin Harap Kehadiran Perusahaan Berdampak ke Masyarakat

Ini kita syukuri bersama bahwa jalan kita menuju Kabupaten ini sekarang sudah bisa dilalui dengan sangat singkat bisa sampai ke Ngabang.

Karolin Harap Kehadiran Perusahaan Berdampak ke Masyarakat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Bupati Landak Karolin Margret Natasa saat hadir di PT CNP dan PT TAA yang berada di Desa Sebangki, Kecamatan Sebangki pada Senin (4/12//2017). 

Citizen Reporter
Martin Uyub
Staf Bupati Landak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Bupati LandakKarolin Margret Natasa menyampaikan harapan Pemerintah Daerah (Pemda) kepada pihak perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di wilayah Kabupaten Landak.

"Pemerintah memberikan ijin kepada perusahaan untuk melakukan usaha di wilayah Kabupaten Landak, tentu dengan harapan agar dapat membantu masyarakat yang pertama setidaknya membuka akses terhadap keterisolasian," ujar Karolin saat membuka pelatihan Satgas Damkar PT Citra Niaga Perkasa (CNP) dan PT Temila Agro Abadi (TAA) di Desa Sebangki, Kecamatan Sebangki pada Senin (4/11).

Karolin memamparkan, saat ayahnya menjadi Bupati pertama di Kabupaten Landak. Untuk mencapai Kecamatan Sebangki harus melalui Kota Pontianak, melalui jalur sungai menggunakan Speed boad.

"Ini kita syukuri bersama bahwa jalan kita menuju Kabupaten ini sekarang sudah bisa dilalui dengan sangat singkat bisa sampai ke Ngabang," tutur Karolin.

(Baca: Pj Sekda Landak Ingatkan Pengelolaan Keuangan Harus Sesuai Regulasi )

Pemerintah Kabupaten Landak saat ini terus berupaya memperjuangkan akses jalan, dari Kecamatan Sebangki menuju Pontianak dengan ongkos yang tidak murah. Dirinya tidak menampik saat ini peran perusahaan membantu Pemerintah untuk membuka jalur-jalur yang selama ini hanya mimpi bisa dilewati oleh mobil.

Selain itu, dengan adanya Perusahaan diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar khususnya pada bidang Pendidikan. Dari 156 Desa di Kabupaten Landak, lebih dari 70 Desa termasuk dalam kategori Desa Miskin. Salah satu indikator yang menentukan adalah rendahnya tingkat pendidikan masyarakat di Desa.

"Oleh karena itu, harapan kita jangan lalu masuk Perusahaan makin miskin. Masuknya perusahaan harus ada peningkatan dalam hal minimal lama sekolah, mudah-mudahan dengan Bapak ibu menjadi karyawan disini tambah sedikit penghasilan dari Kebun dan ladang, anak-anak bisa sekolah. Maka jangan tidak sekolah, anak-anak kita disekolahkan nah itu salah satu ukuran kemiskinan," imbuh Karolin.

Harapan lain yang disampaikan orang nomor satu di Kabupaten Landak itu adalah adanya perlindungan sosial terhadap para Karyawan di Perusahaan. Sama halnya seperti yang telah diterapkan di Negara Malaysia.

Halaman
12
Penulis: Alfons Pardosi
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help