Home »

News

» Jakarta

DPR Nilai BPJS TK Gagal Edukasi Pekerja, Gaji Besar Tapi Kerja Loyo

“Dewan pengawas juga nih, gajinya besar tapi kerjaannya loyo,” ujar legislator NasDem ini dalam

DPR Nilai BPJS TK Gagal Edukasi Pekerja, Gaji Besar Tapi Kerja Loyo
TRIBUNPONTIANAK/MASKARTINI
Perusahaan wajib mengikutsertakan Tenaga Kerja dalam program BPJS Ketenagakerjaan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani menyebut Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan kerjanya loyo dalam mengawasi mitra kerja. Padahal gajinya besar.

Selain itu ego sektoral Dewas juga dinilai tinggi sehingga membuat regulasi yang dikeluarkan dewan pengawas dan dirut, berbenturan.

“Dewan pengawas juga nih, gajinya besar tapi kerjaannya loyo,” ujar legislator NasDem ini dalam siaran pers yang diterima Tribun, Kamis (30/11/2017).

(Baca: Heboh Pria Tewas di Lokalisasi, Tonton Video Detik-detik Evakuasi Korban )

Irma menuturkan, dirinya tidak bermaksud mencari-cari kesalahan BPJS-KT.

Tapi bila ada yang perlu diperbaiki itu berarti harus diperbaiki.

Oleh sebab itu Irma menegaskan, seharusnya Dewas mengembangkan kinerjanya untuk memberikan informasi yang tegas kepada Komisi IX DPR.

Masih belum masifnya para pekerja ikut sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan menjadi sorotan anggota Komisi IX DPR RI lainnya, Amelia Anggraini.

Amelia mempertanyakan kinerja BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-TK) selama ini.

Dalam penilaiannya, selama 2016-2017, kepesertaan pekerja dalam program jaminan sosial ini masih kurang maksimal.

Halaman
12
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help