Indonesia Berstatus Siaga Bencana

Banjir di beberapa wilayah tersebut sudah memakan korban jiwa, kerusakan jembatan, jalan, lahan pertanian, ribuan rumah warga terendam.

Indonesia Berstatus Siaga Bencana
Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Gunung Agung mengeluarkan abu vulkanik hitam pekat disertai cahaya api saat difoto dari Pantai Amed, Karangasem, Minggu (26/11/2017) pukul 22.02 Wita. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Bangsa Indonesia kini sedang diuji berbagai bencana alam silih berganti. Mulai Gunung Agung di Bali yang mengalami masa krisis beberapa bulan terakhir, sehingga ribuan warga pengungsi berminggu-minggu dan kini memasuki fase kritis setelah erupsi Senin lalu, berdampak pada lumpuhnya Bandara Gusti Ngurah Rai selama 24 jam, sehingga tak kurang dari 5.000 wisatawan mancanegara tidak bisa meninggalkan Bali, serta sekitar 30 ribu warga mengungsi.

Tak hanya letusan Gunung Agung, kondisi cuaca ekstrem juga memprihatinkan akhir-akhir ini.

Selasa (28/11/2017) terjadi banjir dan longsor, jembatan terputus, pohon bertumbangan dan lain-lain di beberapa wilayah pesisir Pulau Jawa, yakni di Pacitan Jatim, Wonogiri, Jawa Tengah, empat kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta, akibat datangnya badai cempaka disertai hujan deras tiga hari terakhir.

Demikian pula di sejumlah kota besar dan kepulauan Sumatera serta Kalimantan, akibat curah hujan yang tinggi itu maka banjir dan genangan air di mana-mana.

(Baca: Penampakan Manusia Raksasa saat Erupsi Gunung Agung Bikin Gagal Fokus )

Seperti di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, akibat curah hujan tinggi dan berlangsung lama, arus air tidak bisa terbendung.

Banjir di beberapa wilayah tersebut sudah memakan korban jiwa, kerusakan jembatan, jalan, lahan pertanian, ribuan rumah warga terendam.

Seperti halnya di Jawa, di sebagian Sumatera, sungai di sana tidak mampu lagi menampung curah hujan yang tinggi, berakibat meluap dan limbung airnya.

Intensitas dan curah hujan yang lama ini, mulai mengakibatkan longsor. Semua itu bukan tidak beralasan, perubahan musim dari kemarau ke penghujan, di akhir November ini. Puncak musim penghujan diperkirakan terjadi pada Januari 2018 mendatang.

Datangnya berbagai bencana alam, termasuk meletusnya Gunung Agung, badai Cempaka di selatan Pulau Jawa meski sudah bisa diramalkan, tak bisa dihindari.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved