TribunPontianak/

Mayat Pria Terlungkup di Kamar Mandi Ternyata Anggota Damkar Sambas

Sekretaris BPK Sambas, Yakob Pujana mengaku sangat berduka cita dan kehilangan sosok satu di antara anggotanya.

Mayat Pria Terlungkup di Kamar Mandi Ternyata Anggota Damkar Sambas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TITO RAMADHANI
Personel kepolisian saat melakukan identifikasi di lokasi ditemukannya A Min (48), yang ditemukan tak bernyawa di dalam kamar mandi satu di antara rumah walet di RT 05, Dusun Inti, Desa Pendawan, Kecamatan Sambas, pada Kamis (23/11/2017) siang. Pria ini ternyata anggota Badan Pemadam Kebakaran Swasta (BPK) Sambas. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - A Min (48), pria yang ditemukan tak bernyawa di dalam kamar mandi satu di antara rumah walet di RT 05, Dusun Inti, Desa Pendawan, Kecamatan Sambas, pada Kamis (23/11/2017) siang, ternyata anggota Badan Pemadam Kebakaran Swasta (BPK) Sambas.

Sekretaris BPK Sambas, Yakob Pujana mengaku sangat berduka cita dan kehilangan sosok satu di antara anggotanya, yang dinilainya cukup berdedikasi dalam menjalankan tugas sehari-hari sebagai anggota pemadam kebakaran (Damkar) di BPK Sambas.

"Yang saya tahu secara pribadi orangnya memang pendiam, tetapi orangnya cukup menyenangkan. Yang saya tahu tidak pernah mendengar keluhan sakit dari dia atau pun dari teman-teman yang lain. Jadi tadi saya terkejut pas ada rapat di DPRD Sambas, bahwa ada anggota BPK yang meninggal. Setelah saya sampai di sini memang benar, teman kami ini sudah meninggal. Kami dari BPK Sambas sangat berduka cita dan merasa kehilangan rekan kami ini," ungkapnya saat berada di lokasi, Kamis (23/11/2017).

(Baca: Warga Sambas Gempar! Ditemukan Mayat Pria Terlungkup di Kamar Mandi )

Yakob mengisahkan, dari informasi yang diperolehnya dari rekan sesama anggota BPK Sambas dan warga sekitar, A Min pada Kamis pagi masih melihat A Min berjalan-jalan di sekitar.

"Padahal tadi pagi masih banyak teman-teman yang melihat dia, masih sehat-sehat saja. Saya maupun teman-teman di BPK ndak pernah mendengar keluhannya sakit atau ada masalah, ndak pernah, itu yang bikin kami terkejut," jelasnya.

Menurut kisah Yakob, A Min memang bekerja kepada satu di antara pengusaha rumah walet. Namun pemilik usaha tersebut saat ini bermukim di Jakarta, sehingga A Min lah yang bertugas menjaga rumah walet pengusaha tersebut.

"Dia ini kan bekerja kepada salah satu pengusaha yang sekarang bermukim di Jakarta dan dia masih bujangan. Jadi aktivitasnya memang selain di sini, kadang-kadang dia ke pos BPK," terangnya.

Yakob menambahkan, A Min tergabung di BPK Sambas sudah sejak belasan tahun silam. Sehingga pihaknya, sangat kehilangan sosok A min.

"Panggilannya A Min, keluarganya tinggal di Sungai Pinang, tadi sudah ada di sini. Dia tergabung di BPK sudah sekitar belasan tahun, dia kerja di rumah walet ini sekitar beberapa tahun terakhir ini," sambungnya.

Usai mengidentifikasi jenasah A Min, aparat kepolisian kemudian mengevakuasi jenasahnya. Menurut informasi warga, jenasah A Min akan dikebumikan pada Kamis (23/11) sore.

Sebelumnya diberitakan, warga RT 05, Dusun Inti, Desa Pendawan, Kecamatan Sambas gempar dengan adanya temuan seorang pria dalam kondisi tak bernyawa di kamar mandi yang berada di bawah bangunan rumah walet, Kamis (23/11/2017).

Tampak personel Polsek Sambas dan Polres Sambas sudah tiba di lokasi, mengidentifikasi jenasah hingga memeriksa lokasi sekitar ditemukannya pria tersebut, serta memasang garis polisi (police line).

Warga sekitar juga terlihat berdatangan hendak melihat kondisi jenasah pria tersebut. Namun warga hanya dapat menyaksikan di luar area kawasan rumah walet, lantaran telah terpasang garis polisi.

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help