TribunPontianak/

Pilkada Serentak

Berpasangan dengan Hary Daya di Pilwako Pontianak, Ini Ungkapan Yandi

Oso sendiri langsung memimpin pertemuan tersebut dan membahas terkait Pilwako Kota Pontianak dan mempertemukan Hary Daya dan Yandi

Berpasangan dengan Hary Daya di Pilwako Pontianak, Ini Ungkapan Yandi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / SYAHRONI
Pertemuan Oesman Sapta Odang dengan Hary Daya dan Yandi serta ketua DPD Hanura Kalbar,  Surianto Tanjung.    

Laporab Wartawan Tribun Pontianak,  Syahroni 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,  PONTIANAK - Pemilihan Wali Kota  dan Wakil Wali Kota Pontianak menyisakan waktu sebentar lagi,  tidak terasa tahapan sudah mulai terasa,  tepat tanggal 27 Juni 2018 mendatang akan digelar pencoblosan pemimpin  Kota Pontianak  untuk lima tahun ke depan.

Pasangan  bakal calon yang  akan bertarung semakin jelas,  satu di antaranya adalah pasangan Hary Daya Ardianto (Hary Daya)  dan Yandi. 

Bahkan untuk pasangan ini Ketua Umum Partai Hanura,  Oesman Sapta Oedang langsung turun untuk memberikan mandat kepada mereka. 

Saat diwawancarai Yandi menuturkan kalau ia memang dipanggil oleh Ketua  Umum Hanura tersebut dan diperintahkan untuk maju berpasangan dengan Hary daya. 

Oso sendiri langsung memimpin pertemuan  tersebut dan membahas terkait Pilwako Kota Pontianak dan mempertemukan Hary Daya dan Yandi.  

(Baca: Dua Polisi Sanggau Diberhentikan dengan Tidak Hormat, Inilah Orangnya )

"Saya jelaskan,  tadi malam saya ditelpon untuk menghadap  beliau (Oso)  dan saya dapat perintah maju dengan Hari Daya di Pilwako  Kota Pontianak," ucap Yandi, Rabu (15/11/2017).

Kader terbaik Gerindra ini, serta  menjabat sebagai Ketua Gemasadhana Kalbar yang merupakan organisasi sayap Partai Gerindra  mengaku ia tidak bisa menolak perintah Ketua Umum Hanura tersebut  karena ia sudah menganggap Oso adalah satu di antara bapak  bangsa. 

"Bagi saya, tidak ada alasan untuk menolak perintah beliau (Oso), sementara beliau sudah saya anggap sebagai bapak bangsa yang berasal dari Kalbar dan pantas dikagumi dan di banggakan sehingga apapun konsekuensinya kalau sudah perintah beliau kita berkewajiban  dengan penuh semangat," jelasnya.

Yandi menegaskan kalau ia tidak diusung oleh Gerindra dan ia belum mau menerangkan partai apa yang  mengusungnya.  Kader terbaik Gerindra  ini rela melepaskan partai yang telah ia besarkan di Kota Pontianak.

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help