TribunPontianak/

Tradisi Robo Robo

Ritual Toana Pererat Persaudaraan, Ini Asa Raja Mempawah Untuk Kalbar

Hal itu karena, kata dia, jika perbedaan selalu pertentangkan tidak akan selesai, bagaimana mau menjadi Indonesia, Nusantara apalagi pendamai dunia.

Ritual Toana Pererat Persaudaraan, Ini Asa Raja Mempawah Untuk Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/HAMDAN
Raja Mempawah Pangeran Ratu Dr Mardhan Adijaya Kesuma Ibrahim 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Raja Mempawah ke-XIII  Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Ibrahim menuturkan ritual Toana dan penobatan terhadap kerabat keraton adalah menunjukan jika persaudaraan bukan hanya slogan.

"Semuanya ini kita lakukan agar mengingatkan kembali kita lahir tidak bisa memilih jadi suku apa, etnis apa, keyakinan apa, tapi yang penting kita satu bentuk Indonesia," ujarnya, Selasa (14/11/2017) malam.

(Baca: Karolin Sebut Mempawah Akan Dibawa Sampai Mati )

(Baca: Beginilah Ketika Warga Swedia Turut Ritual Robo-robo di Mempawah )

"Maka itu kita buktikan, dari seperti yang dilihat hanya slogan saja tapi sekarang kita buktikan dalam kenyataan dan jangan heran doanya dari berbagai doa, dan bahasa karena tuhan mengerti semua bahasa, itu yang paling penting," tambahnya.

Dengan ini lanjutnya, agar manusia ataupun masyarakat tidak lagi fanatik pada agama, namun fanatik kepada tuhan.

Hal itu karena, kata dia, jika perbedaan selalu pertentangkan tidak akan selesai, bagaimana mau menjadi Indonesia, Nusantara apalagi pendamai dunia.

(Baca: 2 Warga Swedia Ikut Ritual Robo-robo di Mempawah, Bagaimana Ungkapannya? )

"Maka mari kita buktikan seperti yang dilaksanakan hari ini," katanya.

Dikatakannya, Kerajaan Mempawah terdiri dari berbagai suku dan keyakinan, dan yang datang saat ritual Tiana berasal dari berbagai daerah di Kalbar hingga luar negeri.

"Kita ingin kedepan Kalbar menjadi suatu bentuk contoh yang baik untuk bangsa ini dan nantinya di Kalbar menular kebaikan itu di Nusantara, bahkan seperti di UUD 1945, ikut dalam perdamaian dunia," katanya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help