TribunPontianak/

Penahanan Ijazah Karyawan oleh Perusahaan, Ini Kata Kepala DPMTK & PTSP

Jika penahanan ijazah itu di luar kesepakatan atau perjanjian kerja tentu ia akan melakukan tindakan terhadap perusahaan yang bersangkutan.

Penahanan Ijazah Karyawan oleh Perusahaan, Ini Kata Kepala DPMTK & PTSP
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ADELBERTUS CAHYONO
Kepala Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja, dan PTSP Kota Pontianak, Junaidi. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Adelbertus Cahyono

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja, dan PTSP Kota Pontianak, Junaidi mengaku kesulitan menindak perusahaan yang memiliki perjanjian kerja untuk melakukan penahanan ijazah karyawannya.

"Biasanya perjanjian itu dilakukan perusahaan untuk menghindari tindak pidana oleh karyawannya, misalnya penggelapan uang, tapi sebenarnya kita sudah sarankan untuk kasus yang demikian sebaiknya dilaporkan ke polisi," kata Junaidi, Selasa (14/11/2017).

(Baca: Mengapa Penyandang Tuli Masih Sulit Dapatkan Pekerjaan? )

Sebetulnya, berdasarkan Undang-Undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, tidak ada disebutkan bahwa perusahaan boleh melakukan penahanan ijazah karyawan yang bersangkutan selama dalam hubungan kerja.

Namun demikian, kata Junaidi, jika penahanan ijazah itu di luar kesepakatan atau perjanjian kerja tentu ia akan melakukan tindakan terhadap perusahaan yang bersangkutan.

(Baca: BPBD Sekadau : Waspada Banjir dan Puting Beliung )

"Karena ini kan sudah merugikan pihak karyawan, biasanya kita berikan sanksi administratif atau teguran, dan itu pun paling kita hanya sampai di peninjauan kembali terkait dengan perizinan yang telah diberikan," tambahnya.

Melalui Lembaga Kerja Sama Tripartit (LKST) yang terdiri atas serikat pekerja, pengusaha, dan pemerintah, Pemkot Pontianak, lanjutnya hanya bisa sebatas mengimbau kepada pihak perusahaan untuk tidak melakukan penahanan ijazah.

"Mungkin ada kesepakatan untuk mencari solusi lain selain penahanan ijazah, ya hanya sebatas sampai di situ kita," pungkasnya.

Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help