TribunPontianak/

Tradisi Robo Robo

Karolin Sebut Mempawah Akan Dibawa Sampai Mati

Dikatakannya pula, dalam Trisaksi yang paling penting adalah kepribadian, jika kita tidak memiliki kepribadian dan budaya bukan bangsa Indonesia.

Karolin Sebut Mempawah Akan Dibawa Sampai Mati
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Bupati Landak, Karolin Margret Natasha dan Sekda Kalbar, M Zeet Hamdy Assovie tampak hadir bersama acara Toana di Istana Amantubillah Mempawah, Selasa (14/11/2017) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bupati Landak, Karolin Margret Natasha saat acara Toana di Istana Amantubillah Mempawah, menuturkan bahwa Mempawah akan dibawanya sampai mati.

Ia pun mengucapkan terimakasih atas undangan yang diterimanya sehingga bisa hadir bersama-sama di tempat ini sebagai suatu historis dan adalah keluarga besar.

"Saya juga tidak bisa terpisahkan dari Mempawah karena saya bawa sampai mati, tempat tanggal lahir Mempawah 12 Maret 1982, jadi dimanapun dokumennya Mempawah tetap ada dicatatan," ujar Karolin, Selasa (14/11/2017) malam.

(Baca: Ada Karolin dan M Zeet Di Keraton Mempawah, Minta Restu Maju Pilgubkah? )

Karol pun mengucapkan selamat atas terlaksananya kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun dan tidak lain tidak bukan dalam upaya kepada Tuhan yang maha kuasa agar diberi kesejahteraan untuk juga menghadapi berbagai tantangan, bencana yang mudah-mudahan tidak akan terjadi dimasa yang akan datang.

(Baca: Beginilah Ketika Warga Swedia Turut Ritual Robo-robo di Mempawah )

Sebagai generasi muda, ia menuturkan terimakasih dengan dilaksanakannya kegiatan semacam ini karena, kata dia, merupakan salah satu pembelajaran untuk anak muda agar tidak melupakan sejarahnya.

Mengambil hikmahnya dan melanjutkan yang baik masa sekarang sampai dengan masa akan datang.

Dikatakannya pula, dalam Trisaksi yang paling penting adalah kepribadian, jika kita tidak memiliki kepribadian dan budaya bukan bangsa Indonesia.

Menurutnya, perbedaan merupakan keniscayaan, orang yang lahir dari orang tua yang sama, darah yang sama, bahkan kembar pun mungkin ada perbedaan, tuhan menciptakan manusia dengan beragam kondisi sehingga manusia semua tidak bisa menolak perbedaan.

"Yang bisa menjadi semangat kita bersama adalah semangat kita yang sama-sama akan maju dimasa akan datang," pungkasnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help