TribunPontianak/
Home »

Video

VIDEO DRONE

Fespa, Ajang Kampanye Pelestarian Penyu

Manager Program WWF-Indonesia Kalimantan Barat, Albertus Tjiu menyatakan wujud dari kampanye ini bisa bermacam-macam.

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Destriadi Yunas Jumasani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Festival Pesisir Paloh (Fespa) merupakan kegiatan tahunan yang diinisiasi WWF untuk kampanye terkait kelestarian penyu.

Fespa yang sudah digelar keenam kalinya ini berbeda dari biasanya karena secara langsung diambilalih Pemkab Sambas untuk pelaksanaannya.

Kegiatan yang digelar di Desa Temajuk, Kec Paloh, Kab Sambas, Kalimantan Barat ini berlangsung sejak tanggal 5 hingga 11 November 2017.

(Baca: Albertus Tjiu: Konservasi Penyu Tanggung Jawab Bersama )

Manager Program WWF-Indonesia Kalimantan Barat, Albertus Tjiu menyatakan wujud dari kampanye ini bisa bermacam-macam.

“Untuk tahun ini kita mendapatkan dukungan penuh dari Pemkab Sambas, keliatan lebih meriah dari tahun sebelumnya.Namun inti dari kegiatan Fespa itu adalah kita dedikasikan untuk kelestarian penyu di Kecamatan Paloh,” tutur Albertus Tjiu.

(Baca: Penasaran Cara Penyu Bertelur, Yuk Intip Disini! )

Fespa yang pertama digelar pada tahun 2012, ketika itu diakui Albert memang belum banyak dukungan dari berbagai pihak pada kegiatan Fespa. “Tahun keenam ini pembeda nyatanya itu dukungan dari Pemkab Sambas kelihatan lebih kuat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Albertus.

Pada penyelenggaraan sebelumnya saja Albertus mengakui untuk mendatangkan selevel kepala dinas saja susah, namun untuk Fespa kali ini langsung dibuka oleh Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili.

“Surprisenya ketua panitia dipegang Ibu Wakil Bupati Sambas Hairiah,” ungkapnya.

Menurut Albertus Tjiu, dampak dari diselanggarakannya Fespa di ekor Kalimantan Barat ini ada di berbagai hal.

Pertama,bagaimana penyadartahuan masyarakat terkait pelestarian penyu yang seharusnya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Kedua, Fespa ini sendiri bisa memberikan dampak ke pendapatan ekonomi bagi masyarakat perbatasan.

“Ketika adanya keramaian ada event seperti ini biasanya masyarakat kecil ini mendapatkan manfaat tambahan berupa ekonomi yang bergerak dari penjualan-penjualan maupun pembangunan di Paloh ini,” tuturnya.

 

Penulis: Destriadi Yunas Jumasani
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help