TribunPontianak/

Disdukcapil Sambas Siap Cantumkan Penghayat Kepercayaan di Kolom KTP

Penghayat Kepercayaan secara resmi dinyatakan dapat ditulis di kolom KTP, setelah diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Disdukcapil Sambas Siap Cantumkan Penghayat Kepercayaan di Kolom KTP
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TITO RAMADHANI
Kepala Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sambas, Sunaryo. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sambas, Sunaryo mengungkapkan, pihaknya akan menindaklanjuti pencantuman kolom Penghayat Kepercayaan di KTP Elektronik, sesuai dengan arahan dari Menteri Dalam Negeri.

Penghayat Kepercayaan secara resmi dinyatakan dapat ditulis di kolom KTP, setelah diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa (7/11/2017).

"Terkait pencantuman tentang Penganut Kepercayaan, insya Allah kami akan tindaklanjuti sesuai dengan arahan dari Mendagri. Kalau untuk kolom itu, sementara ini ndak ada masalah, kami akan ubah di Kartu Keluarga dan KTP-nya untuk tindak lanjut dari database-nya," ungkap Sunaryo, Selasa (14/11/2017).

(Baca: Sejak Orde Baru Sudah Ada Penganut Kepercayaan )

Namun begitu, Sunaryo menegaskan, bagi warga Penghayat Kepercayaan, harus memiliki status kepercayaan yang jelas terlebih dahulu dari lembaga resmi yang melegalkan status kepercayaannya.

"Yang jelas, status kepercayaan yang bersangkutan harus jelas terlebih dahulu,"

Ditegaskan Sunaryo, sejak putusan MK, pihaknya belum menemukan adanya permohonan pencantuman Penghayat Kepercayaan di KTP di Kabupaten Sambas.

"Sementara ini belum kami temukan adanya warga yang penganut kepercayaan. Ternyata memang dari database yang ada, semuanya itu mereka mencantumkan satu di antara agama dari 6 agama yang sebelumnya sudah diakui di Indonesia," jelasnya.

Ia menegaskan, pihaknya siap melaksanakan tindak lanjut dari putusan Mahkamah Kontitusi tersebut.

Halaman
12
Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help