TribunPontianak/

Darmanelly Minta Viralkan Prestasi Anak Pontianak

Berbagai prestasi anak Kota Pontianak menurutnya sangat banyak, bahkan tahun lalu Anak Kota Pontianak menjadi juara di Forum Anak Nasional.

Darmanelly Minta Viralkan Prestasi Anak Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Pontianak, Darmanelly 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Pontianak, Darmanelly mengatakan dalam penanganan kasus yang melibatkan anak-anak seharusnya diselesaikan secara diam dan tidak diumbar didepan publik.

Darmanelly sebut jika permasalahan yang melibatkan anak-anak harus diselesaikan secara senyap supaya tidak memberikan dampak negatif pada anak lainnya maupun terhadap dirinya sendiri.

"Sebaiknya kasus-kasus yang melibatkan anak-anak harus diselesaikan secara diam jangan diblow up karena akan memberikan dampak negatif terhadap anak lainnya bahkan terhadap anak itu sendiri," ucapnya saat diwawancarai, Selasa (14/11/2017).

(Baca: Wakili Kalbar di Yangtze University, Iqbal Cita-citakan Bergabung di Timnas )

Darmanelly menegaskan sebaiknya yang diblow up adalah prestasi-prestasi anak-anak yang ada, sehingga memberikan efek positif terhadap anak lainnya.

Berbagai prestasi anak Kota Pontianak menurutnya sangat banyak, bahkan tahun lalu Anak Kota Pontianak menjadi juara di Forum Anak Nasional.

(Baca: Produk Kecantikan Kepunyaan Artis Ternama Tanah Air Ini Ada di Lunadorii )

(Baca: Membanggakan! Siswa SMAN 1 Sambas Ini Terpilih Ikuti Pelatihan Sepakbola di China )

"Baru ini juga anak Pontianak dari SMPN 3 yang esainya tembus even internasional. Selain itu banyak lagi prestasi anak kita di Pontianak ini. Seharusnya yang prestasi ini harus diviralkan dan jangan yang buruk. Kalau yang jelek kira viralkan nanti malah justru memperburuk keadaan," ucapnya.

Selama ini Darmanelly menjelaskan, jika ada kasus anak yang terjadi pihaknya cenderung langsung menangani secara komprehensif.

"Kita melakukan penanganannya ibarat penyakit luar biasa. Misalnya kasus demam berdarah, ditangani secara total agar kasus tak lagi berulang. Tapi tidak kita ekspos karena keingintahuan orang kan lebih tinggi dan kadang-kadang justru menjadi contoh yang tidak baik bagi anak-anak lainnya dan akan memberikan dampak negatif yang lebih besar pada anak yang bersangkutan," katanya.

Saat ini Darmanelly menyayangkan media sosial terkadang semau hati mengekspos kejadian yang melibatkan anak dan sama sekali tidak memikirkan masa depan yang bersangkutan dan tidak jarang berita yang mereka sebar dimedia sosial adalah berita bohong.

Penulis: Syahroni
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help