TribunPontianak/

Angka Pernikahan Dini Tinggi, Ini Tanggapan Tokoh Agama di Kapuas Hulu

Ada semacam sosialisasi yang terus dilakukan oleh pihak terkait seperti, dinas pendidikan, KUA, Pengadilan Agama, dan sebagainya.

Angka Pernikahan Dini Tinggi, Ini Tanggapan Tokoh Agama di Kapuas Hulu
Unicef
Ilustrasi pernikahan dini. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Menanggapi pernikahan dini di Kapuas Hulu cukup tinggi, salah satu Tokoh Agama Kapuas Hulu H Syaparudin menyatakan, ini semua tentu peran penting semua pihak, bagaimana selalu mengingatkan dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak muda, supaya berhat-hati dalam bergaul.

"Kalau saya lihat, hampir rata-rata pernikahan dini terjadi karena efek dari pergaulan tersebut. Mau tak mau kalau sudah terjadi, orangtua harus tetap menikahkan anak tersebut," ujar Syaparudin kepada Tribunpontianak.co.id, Selasa (14/11/2017).

Memang ada juga katanya, orangtua dengan sengaja menikahkan anaknya yang belum cukup umur.

(Baca: Angka Pernikahan Dini di Kapuas Hulu Meningkat )

(Baca: Bikin Trenyuh, Kapospol di Sekadau Hilir Ini Rela Sisihkan Rejeki Bantu Pria Lumpuh  )

Maka dari itu, ada semacam sosialisasi yang terus dilakukan oleh pihak terkait seperti, dinas pendidikan, KUA, Pengadilan Agama, dan sebagainya.

"Kita tahu bahwa, dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat saat ini, juga merupakan besar pengaruhnya terhadap pergaulan anak-anak muda. Diharapkan, ada keseriusan semua pihak, untuk sama-sama mencegah supaya anak-anak kita selamat dari pergaulan bebas tersebut," ucapnya.

(Baca: Membanggakan! Siswa SMAN 1 Sambas Ini Terpilih Ikuti Pelatihan Sepakbola di China )

(Baca: KPU Kalbar Minta Partisipasi Seluruh Stakeholders Saat Pilkada 2018 )

Selain itu masalah surat dispensasi dari pengadilan agama untuk supaya KUA bisa menikahkan anak bawah umur tersebut, kata Syaparudi memang sudah menjadi aturannya. Hanya saja cara jalan adanya dispensasi itu, banyak masyarakat belum mengetahuinya.

"Saya pikir kalau masyarakat tahu caranya untuk mendapatkan surat dispensasi itu, tentu tidak akan ada nikah dibawah tanggan (siri), khususnya bagi anak bawah umur," ujarnya.

Dalam hal ini jelas Syaparudi, tidak bisa juga harus menyalahkan pelaku pernikahan dini, karena bagaimanapun merupakan korban juga.

"Kita harus menyelamatkan mereka, dengan cara memberikan jalan supaya pernikahan tersebut resmi diakui oleh negara," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help