Sudahlah Novanto

Publik berharap Setya Novanto sebagai pejabat publik memberi contoh teladan dalam mematuhi hukum.

Sudahlah Novanto
BBC.COM
SETYA NOVANTO 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto untuk kesekian kalinya tersandung masalah hukum. Ketua DPR Setya Novanto yang pernah membikin heboh Tanah Air terkait dugaan pelanggaran berat etika yakni mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk meminta saham PT Freeport dan PLTA Urumuka tahun 2015 silam itu untuk kedua kalinya dinyatakan sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP, Jumat (10/11/2017).

Sebelum resmi dinyatakan tersangka, beberapa kali ia dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selalu mangkir. Bahkan pada penetapan tersangka yang pertama, ia mangkir dengan alasan sakit, lalu dirawat di rumah sakit. Seperti diketahui meme sakitnya viral di media sosial.

Lucunya, setelah menang pra-peradilan, hanya dalam waktu beberapa hari ia langsung sembuh dan pulang ke rumah, kembali bertugas di Senayan. Padahal jika prosedur pemanggilan oleh KPK dipenuhi sambil ia menunggu hasil pra-peradilan, ketika menang pra-peradilan ia tidak akan kehilangan muka. Mungkin meme yang tersebar di media sosial itu tidak akan ada.

Publik berharap Setya Novanto sebagai pejabat publik memberi contoh teladan dalam mematuhi hukum.

Apalagi Novanto sebagai pejabat negara, sudah semestinya menunjukan jiwa kenegarawanan dan memberikan teladan baik bagi masyarakat menghormati proses hukum.

Penetapan tersangka babak kedua ini menjadi sorotan publik, apakah Novanto akan menjaga kehormatan dirinya dengan mematuhi proses hukum, atau malah kembali menistakan dirinya dengan melakukan cara-cara di luar hukum, seperti masuk rumah sakit.

Hari Senin (132/11) ini Novanto dijadwalkan kembali untuk diperiksa KPK. Namun gelagatnya ia kembali akan mangkir dari panggilan lembaga antirasuah itu. Novanto berdalih harus ada izin dari Presiden Jokowi.

Ditemui di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (12/11), ia mengaku belum memikirkan untuk menghadiri panggilan KPK. "Kita lihat nanti," jelas Novanto.

Memang, terbelit masalah hukum adalah musibah yang tak dikehendaki oleh semua orang. Tapi tak seorang pun yang mengetahui musibah akan datang. Seseorang yang melakukan kejahatan, baik korupsi maupun kejahatan lainnya, bisa saja dalam hatinya ia tahu bahwa perilakunya itu salah, tapi umumnya ia akan membela diri untuk mengelak dari jerat hukum. Apalagi jika merasa tak bersalah.

Itulah gunanya upaya hukum tatkala seseorang ditetapkan sebagai tersangka. Ia diberi peluang sebesar-besarnya untuk membela diri dari kasus hukum yang menjeratnya.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Suroso
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved