TribunPontianak/

Pilkada Serentak

Potensi Konflik Tinggi, Polda Kalbar Tegaskan Siap Hadapi Pilkada Serentak 2018

Artinya, kalau jumlah personel Polda Kalbar 10 ribu, maka 2/3 harus siap operasional. Ada sekitar 6 ribu siap operasional dalam rangka 2018

Potensi Konflik Tinggi, Polda Kalbar Tegaskan Siap Hadapi Pilkada Serentak 2018
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Suasana koordinasi lintas sektoral kesiapan Pilkada Serentak Tahun 2018 Wilayah Kalimantan Barat di Graha Khatulistiwa Polda Kalbar, Senin (13/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat gelar koordinasi lintas sektoral kesiapan Pilkada Serentak Tahun 2018 Wilayah Kalimantan Barat di Graha Khatulistiwa Polda Kalbar, Senin (13/11/2017).  

Pertemuan dihadiri Polda Kalbar, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalbar, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalbar, anggota Tim Pemeriksa Daerah dan staf Kesbangpol seluruh Kalbar.

Karo Ops Polda Kalbar Kombes Pol Jayadi menegaskan Kalbar termasuk daerah memiliki potensi konfilik Pilkada cukup tinggi. Ini sejurus dengan pernyataan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. Otomatis kesiapan menyambut Pilkada harus dilakukan seoptimal mungkin.

“Polda akan gelar operasi Mantap Praja pada 7 Januari-7 Juli 2018. Mulai 7 januari, tahapan inti pilkada akan digelar. Ini fokus karena tahapan inti punya potensi kerawanan cukup tinggi,” ungkapnya.  

(Baca: Tambok Bow Praperadilkan Polda Kalbar, Ini Permintaan Hakim )

Karo Ops menerangkan Polda telah melakukan cipta kondisi sebagai strategi persiapan menghadapi pilkada. Strategi dibagi tiga yakni pra pilkada, operasi mantap praja dan pasca pilkada.

Cipta kondisi dilakukan dengan melakukan penggalangan ke semua tokoh yang ada di Kalbar agar punya komitmen mensukseskan Pilkada 2018 berlangsung aman, damai dan kondusif.

“Kami masuk melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan sebagainya untuk lakukan penggalangan. Partai politik juga dilakukan penggalangan. Penggalangan adu gagasan dan ide membangun Kalbar. Bukan adu suku ras dan agama dibawa dalam kontestasi politik tahun 2018,” terangnya.  

Polda juga telah membangun sinergitas antara aparat keamanan dan pihak penyelenggara pemilu. Pemetaan potensi juga akan disinergikan dari sisi Bawaslu dan Kepolisian. Sehingga, bisa mereduksi semua potensi konflik yang akan timbulkan pada Pilkada serentak 2018.

“Cyber patrol sudah berjalan untuk memetakan akun milik masyarakat Kalbar. Ini untuk dipersempit, khususnya bagi siapa saja yang potensi mengacaukan pilkada 2018. Sudah diawasi,” jelasnya.

Polda juga sudah siapkan personel untuk hadapi Pilkada. Kegiatan Operasi Mantap Praja sesuai kebijakan Mabes Polri dan tindak lanjuti di tingkat Polda.

“Sudah disiapkan dua per tiga kekuatan Polda dan siap dioperasonalkan. Artinya, kalau jumlah personel Polda Kalbar 10 ribu, maka 2/3 harus siap operasional. Ada sekitar 6 ribu siap operasional dalam rangka 2018,” tukasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help