TribunPontianak/

Inda Box Andalkan Pemasaran Via Online

Untuk bentuk bulat hingga bentuk love kata Indah lebih mahal dari pada persegi karena lebih rumit dalam proses pembuatannya.

Inda Box Andalkan Pemasaran Via Online
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Produk kotak kado dari Inda Box 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Owner Inda Box, Nur Indah Wulandari mengatakan tak ada hal yang sulit apabila ada keinginan.

Indah yang membangun bisnis rumahan dengan modal awal hanya Rp500 ribu mengaku bisnis online bisa dikatakan tanpa modal.

Tak perlu toko dan meninggalkan buah hati pasca resign ia cukup mengeluarkan modal untuk belanja bahan untuk membuat sampel kotak Agustus tahun 2016.

(Baca: Banyak Variasi, Inda Box Tawarkan Kotak Kado )

"Harapan saya semakin banyak ibu rumah tangga berkarya. Kedepannya semoga usaha ini bisa lebih maju dan berkembang, dikenal oleh masyarakat luas khususnya di Pontianak sehingga bisa membuka toko offline dan menerima lebih banyak pesanan. Saya juga ingin menambah kapasitas produksi dan membuka lapangan pekerjaan bagi yang membutuhkan," ungkapnya.

(Baca: Saat Ratusan Calon Penumpang Tidur di Bandara Supadio )

Menurut Indah peluang usaha kotak kado khususnya di Kota Pontianak terbuka lebar. Kurangnya pemain membuat tak ada persaingan membuat pemasaran kian mudah.

"Apalagi saat ini pemasaran produk sudah sangat mudah dengan adanya media online. Sehingga tidak terlalu kesulitan dalam memperkenalkan produk," ujarnya.

Untuk harga setiap kotak berbeda-beda tergantung dari ukuran.

Selain itu ketebalan bahan (hardbox atau softbox) dan juga bentuk kotak mempengaruhi harga.

Untuk bentuk bulat hingga bentuk love kata Indah lebih mahal dari pada persegi karena lebih rumit dalam proses pembuatannya.

"Penambahan pita, aksesoris, tulisan dan jumlah pesanan juga mempengaruhi harga. Untuk saat ini kemampuan produksi 50-100 kotak perbulannya dikarenakan masih kurangnya tenaga. Pemasaran saat ini masih lewat media online yaitu instagram kotakkado_pontianak. Pemasaran juga lewat offline," ujarnya pada Selasa (13/11/2017).

Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help