Tekan Penjarahan Sarang Penyu Paloh, WWF Lakukan Pendekatan ke Masyarakat

Melihat dari data 2009-2010 dijumpai hampir 2.500 sarang nyaris seratus persen hilang dampak dari penjarahan telur penyu.

Tekan Penjarahan Sarang Penyu Paloh, WWF Lakukan Pendekatan ke Masyarakat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Penyu Hijau yang kembali ke laut usai bertelur di sektor 5, Pantai Sungai Belacan, Desa Sebubus, Kec Paloh, Kab Sambas, Kalimantan Barat, Minggu (5/11/2017) malam. Telur penyu yang berada jauh dari camp akan dipindahkan ke lokasi terdekat agar memudahkan pengawasan telur penyu hingga bertelur. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Destriadi Yunas Jumasani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Hendro Susanto, Koordinator Site Paloh WWF Indonesia Program Kalimantan Barat menuturkan grafik populasi penyu di Paloh diperkirakan ada dua ribu sarang per tahun.

Melihat dari data 2009-2010 dijumpai hampir 2.500 sarang nyaris seratus persen hilang dampak dari penjarahan telur penyu.

Penyu Hijau yang kembali ke laut usai bertelur di sektor 5, Pantai Sungai Belacan, Desa Sebubus, Kec Paloh, Kab Sambas, Kalimantan Barat, Minggu (5/11/2017) malam. Telur penyu yang berada jauh dari camp akan dipindahkan ke lokasi terdekat agar memudahkan pengawasan telur penyu hingga bertelur.
Penyu Hijau yang kembali ke laut usai bertelur di sektor 5, Pantai Sungai Belacan, Desa Sebubus, Kec Paloh, Kab Sambas, Kalimantan Barat, Minggu (5/11/2017) malam. Telur penyu yang berada jauh dari camp akan dipindahkan ke lokasi terdekat agar memudahkan pengawasan telur penyu hingga bertelur. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

Selanjutnya pada tahun 2011, mulai ada upaya yang dilakukan masyarakat melalui pembentukan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Kambau Borneo untuk menetapkan pantai-pantai intensif disertai sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat setempat.  

Empat siswa SMP Pelita Cemerlang menyaksikan Penyu Hijau yang bertelur di sektor 5, Pantai Sungai Belacan, Desa Sebubus, Kec Paloh, Kab Sambas, Kalimantan Barat, Minggu (5/11/2017) malam. Telur penyu yang berada jauh dari camp akan dipindahkan ke lokasi terdekat agar memudahkan pengawasan telur penyu hingga bertelur.
Empat siswa SMP Pelita Cemerlang menyaksikan Penyu Hijau yang bertelur di sektor 5, Pantai Sungai Belacan, Desa Sebubus, Kec Paloh, Kab Sambas, Kalimantan Barat, Minggu (5/11/2017) malam. Telur penyu yang berada jauh dari camp akan dipindahkan ke lokasi terdekat agar memudahkan pengawasan telur penyu hingga bertelur. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

“Dimulai dari Pokmaswas ini lah sehingga mulai bisa ditekan angka kehilangan sarang,“ ungkap Hendro.

Lanjut Hendro, berdasarkan data di tahun 2013 bisa ditekan angka  kehilangan sarang sampai 21 persen, artinya dari 1.300 sarang yang ditemukan ada 285 sarang yang hilang.

Penyu Hijau yang kembali ke laut usai bertelur di sektor 5, Pantai Sungai Belacan, Desa Sebubus, Kec Paloh, Kab Sambas, Kalimantan Barat, Minggu (5/11/2017) malam. Telur penyu yang berada jauh dari camp akan dipindahkan ke lokasi terdekat agar memudahkan pengawasan telur penyu hingga bertelur.
Penyu Hijau yang kembali ke laut usai bertelur di sektor 5, Pantai Sungai Belacan, Desa Sebubus, Kec Paloh, Kab Sambas, Kalimantan Barat, Minggu (5/11/2017) malam. Telur penyu yang berada jauh dari camp akan dipindahkan ke lokasi terdekat agar memudahkan pengawasan telur penyu hingga bertelur. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

Memasuki tahun 2014 sempat mengalami kenaikan kehilangan sarang sekitar 30 persen, dari 900 sarang ada 300 sarang yang hilang.

Penyu Hijau yang kembali ke laut usai bertelur di sektor 5, Pantai Sungai Belacan, Desa Sebubus, Kec Paloh, Kab Sambas, Kalimantan Barat, Minggu (5/11/2017) malam. Telur penyu yang berada jauh dari camp akan dipindahkan ke lokasi terdekat agar memudahkan pengawasan telur penyu hingga bertelur.
Penyu Hijau yang kembali ke laut usai bertelur di sektor 5, Pantai Sungai Belacan, Desa Sebubus, Kec Paloh, Kab Sambas, Kalimantan Barat, Minggu (5/11/2017) malam. Telur penyu yang berada jauh dari camp akan dipindahkan ke lokasi terdekat agar memudahkan pengawasan telur penyu hingga bertelur. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI)

Pada tahun 2015 kembali mengalami penurunan kehilangan sarang sebesar 16 persen yaitu dari 1.036 sarang  ada 170 sarang yang hilang.

“Terakhir di tahun 2016 kembali mengalami penurunan kehilangan sarang sebesar 15 persen yakni dari 1.639 sarang terdapat 466 sarang yang hilang,” pungkas Hendro.

Penulis: Destriadi Yunas Jumasani
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved