Dulu Pernah Makan Daging Penyu, Kini Pahlawan Konservasi Penyu, Inilah Orangnya

Telur yang sudah dikumpulkan disimpan di pondok mereka, lalu mereka patroli lagi cari sarang penyu, yang di pondok itu lah Pak Tam curi

Dulu Pernah Makan Daging Penyu, Kini Pahlawan Konservasi Penyu, Inilah Orangnya
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Hermanto (43) saat menunjukkan anak penyu belum lama ini 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Destriadi Yunas Jumasani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Memiliki sejarah kelam dengan penjarahan telur penyu bahkan pernah memakan daging penyu, Hermanto (43) saat ini terus bertekad melindungi kelangsungan penyu serta habitatnya bertelur di Paloh.

Pria yang akrab dengan panggilan Pak Tam ini mengakui dulu dirinya memang tidak ada keinginan melestarikan penyu. Terbatas oleh akses informasi di wilayah perbatasan membuatnya tidak pernah tahu hukum yang berlaku di undang-undang terkait perlindungan hewan dilindungi tersebut.

“Apa pentingnya penyu kita dulu tidak tahu, bahkan sering makan telur penyu atau pun ambil telur penyu,” ujar Pak Tam mengawali pembicaraan awal dirinya ikut melestarikan penyu.

Sebelum menjadi bagian dari Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) Kambau Borneo dan WWF, Pak Tam bersama Junaidi (38) dan Andi Priansyah adalah seperti masyarakat pesisir Paloh kebanyakan pada saat itu. Mengambil dan menjarah telur penyu di sarang adalah kegiatan yang sering mereka lakukan saat itu.

Baca: Widih, Ternyata Begini Wajah Ustaz Abdul Somad Sewaktu di Mesir, Warganet Sebut Ganteng

Selain menjarah sarang Pak Tam lebih sering mengambil langsung di pondok milik pengumpul telur penyu yang memenangkan tender panen telur penyu.

“Telur yang sudah dikumpulkan disimpan di pondok mereka, lalu mereka patroli lagi cari sarang penyu, yang di pondok itu lah Pak Tam curi, lebih mudah dapatnya,” kenang  Pak Tam.

Menjarah telur penyu langsung disarangnya sangat jarang Pak Tam lakukan, hanya saat dirinya diajak temannya menjarah barulah Pak Tam ikut menjarah telur penyu.

Cara yang Pak Tam lakukan adalah menjarah langsung ke pondok pengepul telur penyu yang menang tender panen telur, karena pada saat itu yang berhak mengambil telur penyu adalah pihak yang memenangkan lelang panen telur penyu oleh Pemkab Sambas sebagai satu diantara Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sambas.

Halaman
1234
Penulis: Destriadi Yunas Jumasani
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved