TribunPontianak/
Home »

Bisnis

» Mikro

Mau Praktis, Cobain Bawang Goreng Kemasan Cap Ah Asli Pontianak

Tapi tau kah anda, meski sederhana seiring mobilitas karena bekerja banyak ibu rumah tangga yang tak mempunyai waktu melengkapi sajiannya.

Mau Praktis, Cobain Bawang Goreng Kemasan Cap Ah Asli Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Tampilan packaging Bawang Goreng Cap Ah 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bawang goreng yang merupakan pelengkap sajian tidak asing dan cukup mudah dibuat ibu rumah tangga.

Tapi tau kah anda, meski sederhana seiring mobilitas karena bekerja banyak ibu rumah tangga yang tak mempunyai waktu melengkapi sajiannya.

Tak perlu khawatir kini masyarakat Pontianak dan sekitarnya mempunyai alternatif bawang goreng kemasan Cap Ah.

(Baca: Gedung SDN 01 Pontianak Mulai Dilakukan Pembongkaran )

Ketertarikan Hendri yang merupakan alumni SMA YKIA untuk merintis usaha bawang goreng bukan tanpa alasan.

Peminat yang tinggi membuatnya ketagihan memproduksi bawang goreng karena kian diminati.

Untuk saat ini setiap bulan Hendri memproduksi 300 Kg bawang merah. Biasanya kapasitas produksi disiapkannya untuk waktu satu bulan.

(Baca: Resep Ayam Suwir Petai - Aromanya yang Khas Begitu Menggugah Selerah Makan )

"Awalnya saya coba-coba goreng sendiri. Karena belum ada keterampilan sama sekali. Kemudian saya coba pasarkan di lapak, ternyata banyak konsumen yang tertarik karena menghemat waktu kerja mereka. Modal awal saya tidak besar paling sekitar Rp100 ribu," ujar Hendri yang merupakan pedagang di Pasar Mawar, Pontianak.

Sebenarnya diakui Hendri untuk menggoreng bawang sudah sangat umum dilakukan semua ibu rumah tangga. Tetapi lantaran ada peluang bisnis ia pun yakin semua orang bisa melakukannya. Hasil coba-coba pun ia pasarkan dengan packaging yang menarik sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi calon pembeli.

Memulai bisnis di sela-sela kesibukannya di pasar sejak tiga tahun lalu, Hendri terus mempromosikan bawang goreng Cap Ah miliknya. Jika awal mula pemasarannya ia pasarkan lewat lapak di Pasar Mawar ia lalu mengembangkannya. "Saat ini pemasaran saya lakukan dengan menitipkan bawang goreng di pasar tradisional dan modern. Hanya saja belun lewat medsos," ujar Hendri.

Diakui Hendri menekuni bisnis yang ia jalani saat ini bukan tanpa kendala. Lantaran harga bahan baku yang tidak stabil ia harus mensiasati dengan stok bahan mentahnya. Menjual bawang goreng dengan berat 50 gram dengan harga Rp10 ribu tak berarti Hendri mendapat keuntungan besar. Perlu diketahui 1 Kg bawang merah mentah hanya menghasilkan 2,5 ons bawang goreng.

"Untuk ketahan bawang goreng bisa bertahan 5 sampai 6 bulan. Jadi saya produksi paling untuk stock 3 bulan aja.
Kelebihan bawang goreng Cap Ah lain, lebih krispi dan minyaknya tidak mengendap. Untuk saat ini rasa masa original mungkin kedepannya bisa dikembangkan lagi," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help