TribunPontianak/

Kedepankan Nilai Kearifan Lokal untuk Bersaing Dengan Negara Maju

Dibawah kepimpinannya, Polnep dapat meraih sejumlah prestasi membanggakan, serta mengalami kemajuan yang vukup pesat.

Kedepankan Nilai Kearifan Lokal untuk Bersaing Dengan Negara Maju
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TITO RAMADHANI
Mahyus SPd SE MM, Direktur Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) saat di ruang kerjanya, Rabu (8/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Sosok Mahyus SPd SE MM, kini mulai di kenal di kalangan akademisi, khususnya di Kabupaten Sambas. Sebagai sosok berwawasan luas dan mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal.

Sejak menduduki jabatan sebagai Direktur baru di Politeknik Negeri Sambas (Poltesa), pria kelahiran 1 Februari 1970 ini, kini memberikan warna dan nuansa baru di kampus yang berstatus negeri pertama di Kabupaten Sambas tersebut.

Karier Mahyus cukup moncer, ia sebelumnya pernah dipercayakan menduduki jabatan sebagai Direktur Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) pada tahun 2009-2015.

Dibawah kepimpinannya, Polnep dapat meraih sejumlah prestasi membanggakan, serta mengalami kemajuan yang vukup pesat.

(Baca: Alumni UPB Pontianak Kecam Aksi Premanisme di Kampus, Siapa Mereka? )

Pengalamannya saat mengembangkan Polnep Pontianak, tentunya diharapkan dapat diterapkan di Poltesa, dengan harapan agar dapat menjadikan Poltesa sebagai pioneer kemajuan Kabupaten Sambas dengan visi Global Passion Local Wisdom.

"Global Passion Local Wisdom, dengan hasrat dan upaya kuat untuk menyetarakan diri dan sejajar bersama negara-negara maju, atau daerah maju namun tetap mengedepankan dan mempadupadankan dengan nilai kearifan lokal," ungkapnya, Rabu (8/11).

Suami dari Erna Sofiani SPd serta ayah dari Putri Natasha dan Putri Adelya Pramasari, serta Muhammad Fawaz Alfarisi ini menilai, selama ini Kabupaten Sambas selalu dianggap berada satu langkah di belakang, namun kehadiran Poltesa dengan semangat baru Visi Global Passion Local Wisom, Mahyus meyakini akan memberikan kontribusi besar bagi kemajuan Kabupaten Sambas ke depan.

"Kita selalu dianggap second line. Jadi sekaranglah saatnya Kabupaten Sambas untuk bangkit. Karena Kabupaten Sambas memiliki lahan yang subur dan potensi pariwisata yang luar biasa, pertanian dan perkebunan yang menjanjikan, Momentum border sudah sangat bagus dan kita harus cepat berkembang, jangan sampai jadi penonton. Caranya dengan meningkatkan Sumber Daya Manusia yang diperlukan untuk membangun," jelasnya.

Menurutnya, perguruan tinggi sebagai pusat kebudayaan, akan bersinergis bersama pemerintah dan pihak terkait lainnya. Untuk menumbuhkan rasa percaya diri masyarakat Kabupaten Sambas, dalam menghadapi persaingan global.

"Jadi, dengan hadirnya kita, maka masyarakat akan diberikan ilmu pengetahuan teknologi. Sehingga rasa percaya diri itu akan muncul, dan rasa percaya diri ini akan menjadi syarat untuk bersaing secara global," terangnya.

Penghobi bercocok tanam ini, menambahkan, perwujudan visi Global Passion Local Wisdom ini, tentunya akan menciptakan kebanggan tersendiri, sebagai bagian dari Bangsa Indonesia.

"Jadi, langkah yang akan kami ambil, di antaranya dengan peningkatan mutu pengajar dan mahasiswa, bekerjasama dengan negara luar seperti Malaysia. Namun kami tidak melupakan kearifan lokal, seperti musyawarah mufakat, kepedulian dan nilai sosialis yang tinggi, lalu simbol kearifan lokal juga kami munculkan. Hal ini erat kaitannya dengan pariwisata, baik itu lewat busana dan lainnya, sehingga kita tidak malu mengaku sebagai bagian dari Bangsa Indonesia," sambungnya.

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help