TribunPontianak/

IHSG Ditutup Melemah 11,07 Poin

Data neraca perdagangan di Tiongkok rilis dibawah ekspektasi akibat penurunan Eksport dilevel 6,9% dari 8,1% menjadi penekan

IHSG Ditutup Melemah 11,07 Poin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Pergerakan IHSG ditutup di level 6049. 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - PT Reliance Sekuritas merilis Indeks Nikkei turun 0,10%, Hangseng 0,30%, Shanghai 0,15% memimpin aksi cooling down mayoritas indeks saham di Asia.

Meskipun Branch Manager PT Reliance Sekuritas, Riza Juliandri mengatakan indeks Topix menguat 0,24% dan kompi 0,27% tetap melanjutkan penguatan.

Data neraca perdagangan di Tiongkok rilis dibawah ekspektasi akibat penurunan Eksport dilevel 6,9% dari 8,1% menjadi penekan pergerakan.

Sementara IHSG turun 0,18% dan ditutup melemah 11,07 poin dilevel 6049 mengikuti mayoritas indeks saham di Asia setelah bergerak terus optimis mematahkan rekor penguatan sebelumnya.

(Baca: 7 Fakta Sepasang Pelajar SMP Mesum di WC Umum Kubu Raya! Ada Ancaman Perekam Video )

Saham-saham sektor infrastruktur juga turun 1,71% dan pertambangan turun 1,30% mengalami aksi profit taking diantaranya TRAM, TOWR, TLKM, ZINC, ADRO hingga PTBA. Setelah impor batubara China turun pada bulan Oktober 2017 dibandingkan bulan sebelumnya.

Tingkat penjualan eceran melambat di level 1,8% dari 2,5% di periode sebelumnya.

Investor asing berbalik mencatatkan aksi jual sebesar Rp818,72 miliar dengan saham TLKM, UNTR dan ADRO menjadi yang terbanyak mengalami aksi jual investor asing.

(Baca: 3 Fakta Mengejutkan di Perbatasan, Cop Terbang Hingga Jatah Ringgit Petugas )

Bursa saham di Eropa dibuka terkonsolidasi setelah sebelumnya mengalami tekanan.

Disaat Indeks Eurostoxx turun 0,08%, FTSE naik 0,05%, DAX naik 0,05%, CAC mengalami penurunan 0,10%.

Sterling sendiri jatuh karena ketegangan di pemerintah Inggris terus meluap dimana selain percakapan Brexit, Perdana Menteri Inggris, Theresa May menimbang akan memecat anggota kabinetnya.

"Pergerakan IHSG yang sedikit tertekan pada level resistance memberikan signal potensi pull back resistance setelah memasuki area jenuh beli dibeberapa indikator momentum. Sehingga diperkirakan pelemahan masih akan menghantui dengan aksi jual investor dengan range pergerakan 6020-6070," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help