TribunPontianak/

Asosiasi e-Commerce Dorong Pelaku UMKM Beralih ke Online Payment, Ini Keuntungannya

Setyo mengatakan saat ini dikenal tiga sistem pembayaran yang populer pertama cash on delivery (COD) dengan persentase 25-30 persen.

Asosiasi e-Commerce Dorong Pelaku UMKM Beralih ke Online Payment, Ini Keuntungannya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Pelaku UMKM di Kota Pontianak antusias ikuti workshop yang digelar iDEA 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - CEO of Sprint Asia Technology, Setyo Harsoyo mengatakan saat ini penggunaan pembayaran melalui non tunai oleh pelaku UMKM di Indonesia masih sangat rendah.

Dalam workshop yang digelar Asosiasi e-Commerce Indonesia di Kota Pontianak ia mengajak pelaku UMKM go online baik pemasaran maupun sistem pembayaran.

Setyo mengatakan saat ini dikenal tiga sistem pembayaran yang populer pertama cash on delivery (COD) dengan persentase 25-30 persen.

Kedua adalah transfer dengan persentase pelaku UMKM yang menggunakan 30-40 persen dan ketiga adalah online sistem dengan persentase terendah.

Padahal Setyo memaparkan melalui online sistem pelaku usaha tidak perlu mengidentifikasi siapa yang membayar karena sudah otomatis.

"Seiring dengan program pemerintah, iDEA mendorong pelaku e-commerce beralih dari Cash on Delivery (COD) dan transfer menjadi online payment. Pelaku usaha yang menggunakan cash masih sangat banyak. Jika baru 5 persenan UMKM memanfaatkan pemasaran online artinya dibawah 5 persen pelaku UMKM menggunakan online payment," tutur Setyo.

Setyo mengungkapkan setidaknya ada empat syarat utama dalam sistem pembayaran yaitu, mudah diregitrasi, mudah diisi ulang, mudah digunakan, dan yang terpenting adalah aman.
Dengan online payment bisa langsung teridentifikasi siapa yang membayar. Online payment yang bisa dilakukan melalui kartu debet, kartu kredit, internet banking, mobile banking dan virtual account.

"Kita mendorong pelaku UMKM go online. Traveloka dengan omzet yang sekarang jika membuka outlet perlu 15 ribu outlet. Bayangkan berapa banyak karyawannya. Tetapi hanya dengan aplikasi Traveloka hanya mempunyai 1.500 karyawan. Artinya online membesarkan usaha dengan cara yang lebih murah. Dengan online kamu bisa jualan di seluruh provinsi hingga luar negeri,"ujarnya

Potensi UMKM di Kota Pontianak diakui Setyo sangat besar. Kota Pontianak dengan kota ke-6 antusiasme peserta worshop sangat tinggi.

"Kita ingin ada produk lokal yang seperti produk impor yang dijual. Jadi tidak menjual produk impor agar kita menjadi raja di negeri sendiri. UMKM harus mau hijrah dari berpikir konvensional menjadi terbuka dan menerima teknologi dan membuka opsi pembayaran dari yang COD menjadi online payment misalnya," ujarnya.

Traveloka sampai dengan September 2017 mempunyai lebih dari 1.500 karyawan tetap dan paruh waktu yang tersebar di Asia Tenggara.

Penulis: Maskartini
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help