TribunPontianak/

Advetorial

Pengumuman Pemenang dan Penutupan West Kalimantan Siluk International Contest & Expo 2017

Tidak terkecuali kepada para penangkar dan penghohobi Arwana, atas partisipasi dan supportnya untuk kesuksesan

Pengumuman Pemenang dan Penutupan West Kalimantan Siluk International Contest & Expo 2017
IST
Grand Champion West Kalimantan Siluk International Contest & Expo diabadikan bersama ketua panitia pelaksana Walujan Tjhin. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Event West Kalimantan Siluk International Contest & Expo resmi ditutup Minggu (5/11) ditandai dengan pengumuman nama-nama pemenang dari 5 (lima) kelas / kategori, antara lain Large (diatas ukuran 50 cm), Medium (ukuran 41 - 51 cm), Small (31 -41 cm), Extra Small (dibawah ukuran 31 cm) serta kategori Unique.

Agenda tahunan yang rutin dilaksanakan ini merupakan penyelenggaraan ke – 7 (tujuh) kalinya. Contest & Expo yang dimotori oleh para Penangkar dan Pe-Hobbies Ikan Arwana Super Red (Sceleropages legendrei) Kota Pontianak ini sukses digelar.

Ketua panitia pelaksana kontes, Walujan Tjhin mengucapkan rasa syukur atas kelancaran event yang tidak mengalamai hambatan yang berarti serta mengapresiasi dan berterimakasih atas kekompakan seluruh panitai.

Tidak terkecuali kepada para penangkar dan penghohobi Arwana, atas partisipasi dan supportnya untuk kesuksesan West Kalimantan Siluk International Contest & Expo 2017.

Grand Champion West Kalimantan Siluk International Contest & Expo diabadikan bersama ketua panitia pelaksana Walujan Tjhin.
Grand Champion West Kalimantan Siluk International Contest & Expo diabadikan bersama ketua panitia pelaksana Walujan Tjhin. (IST)

 “Saya sangat berharap kepada teman-teman penangkar dan penghobies agar selalu kompak dan saling mendukung guna mempertahankan eksistensi Arwana yang merupakan endemik Kalbar serta terus mempromosikan dan memperkenalkan Arwana ke seluruh dunia," kata Walujan Tjhin.

"Saya Juga berharap pemerintah melalui dinas terkait, untuk berperan aktif pada kelestarian Arwana di Kalbar, misalnya dengan bersosialisasi ataupun membuat semacam workshop dan pelatihan tentang budidaya Arwana. Untuk saat ini, bukan hanya Arwana ikan-ikan hias jenis lain juga sudah sulit kita dapatkan dari alam karena berbagai faktor, oleh sebab itu pembudidayaan dengan penangkaran menjadi pilihan saat ini. Dan ini juga turut membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar termasuk para pencari pakan Arwana,” ujar Walujan.

“Habitat asli Arwana berada di Kabupaten Kapuas Hulu, di Kalimantan Barat sendiri secara keseluruhan terdapat lebih dari 100 penangkaran Arwana, Diantara lebih dari 20 penangkar mengantongi izin ekspor serta lebih dari 10 penangkar aktif melakukan ekspor Arwana keluar negeri, ini juga membawa dampak pemasukan devisa Negara. Dari sisi pariwisata mayoritas peserta kontes ini datang dari luar negeri seperti Malaysia, Taiwan, Korea, Brunai bahkan Jepang. Mereka datang dan membeli ikan di kalbar lalu mengikuti kontes, jelas itu punya potensi besar jika dikelola dengan baik,” tambah Walujan.

Dari masing-masing kategori, pemenang kontes ditentukan oleh para juri yang sudah berpengalaman hingga tingkat Internasional dan tersertifikasi. Satu orang juri dari Taiwan, satu orang dari Malaysia, satu dari Jakarta dan Pontianak.

Pengumuman pemenang dan peutupan West Kalimantan Siluk International Contest & Expo  2017 juga turut dihadiri Syarif Mahmud Alkadrie yang juga merupakan peserta kontes, perwakilan Balai Karantina Ikan, perwakilan BKSDA Kalbar serta Michael Yan Sriwidodo.

Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help