TribunPontianak/

Sidang Perdana, Rektor IAIN Pontianak Didakwa Atas Pasal Ini

Sidang dipimpin oleh Hakim Ketua Haryanta SH MH bersama dua orang hakim anggota dan panitera.

Sidang Perdana, Rektor IAIN Pontianak Didakwa Atas Pasal Ini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Rektor IAIN Pontianak Hamka Siregar terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi meubeler Rusunawa IAIN Pontianak sedang membaca dakwaan jaksa yang didakwakan kepada dirinya di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pontianak, Jalan Uray Bawadi, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (18/10/2017) pagi. Sidang perdana ini dalam agenda mendengarkan dakwaan oleh jaksa penuntut umum. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pengadaan meubelair Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) IAIN Pontianak Tahun Anggaran 2012, Hamka Siregar jalani sidang perdana beragenda pembacaan dakwaan di Ruang Kartika Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Pontianak, Jalan Urai Bawadi, Rabu (18/10/2017).

Sidang dipimpin oleh Hakim Ketua Haryanta SH MH bersama dua orang hakim anggota dan panitera. Pembacaan dakwaan dibacakan oleh dua JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Pontianak, Rita Hilga SH dan Ware SH.

Hamka didampingi tiga orang kuasa hukum. Sebelum mulai, Hakim Ketua menanyakan kondisi kesehatan Rektor IAIN Pontianak ini. Hamka mengaku sehat, Hakimpun ketuk palu pertanda sidang mulai.

(Baca: Rektor IAIN Pontianak Hamka Siregar Jalani Sidang Perdana, Ini Foto-fotonya )

Proses sidang berjalan lancar dalam waktu lebih kurang 30 menit. Hamka yang mengenakan celana kain panjang warna cokelat dan kemeja lengan panjang berwarna lebih muda, plus peci bulat hitam kombinasi kuning emas terlihat tenang di “kursi pesakitan”.

Sepanjang sidang, ia tampak menyimak dan sesekali membolak-balik lembar-lembar salinan berisi dakwaan JPU yang berada di kedua tangannya.

Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (JPU Kejari) Pontianak lontarkan dakwaan primer bagi Hamka Siregar dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tipikor.

“Terdakwa didakwa Pasal 2 subsider pasal 3 UU 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang pemberantasan tipikor, juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP,” ungkap JPU, Ware saat bacakan dakwaan.

Ware mengatakan terdakwa telah memperkaya diri sendiri dan orang lain dengan mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 522.387.000 dari total dana proyek sumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 2,09 Miliar.

Halaman
123
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help