TribunPontianak/

Citizen Reporter

Jangkar Nusantara : Pancasila Adalah Milik Bersama

Pancasila adalah ideologi yang menyediakan ruang untuk berbeda, untuk berdialog, untuk berdampingan, untuk saling mendukung...

Jangkar Nusantara : Pancasila Adalah Milik Bersama
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Kristoforus Bagas Romualdi, Direktur Media Jangkar Nusantara. 

Citizen Reporter
Maria Nugraheni, Pegiat Jangkar Nusantara

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, YOGYAKARTA - Kristoforus Bagas Romualdi, Direktur Media Jangkar Nusantara mengutarakan bahwa Pancasila adalah ideologi tangguh yang sejatinya merupakan alat pemersatu masyarakat Indonesia yang serba bhineka.

Hal tersebut dia sampaikan setelah anggota Jangkar Nusantara di Yogyakarta mengadakan diskusi terbatas di Sekretariat Jangkar Nusantara Yogyakarta dengan tajuk "Pancasila untuk Indonesia yang Bhinneka", Senin (16/10/2017)

"Para pendiri bangsa ini menghadirkan Pancasila sebagai ideologi pluralis yang menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, keutamaan yang harus dikembangkan dan diwujudkan dalam hidup bersama, hidup bernegara, hidup berbangsa, dan hidup bermasyarakat", jelasnya.

(Baca: Christiandy : Kebakaran Hutan Harus Ditangani Secara Dini )

Pemuda asal Ketapang Kalimantan Barat ini pun menambahkan bahwa Pancasila adalah ideologi yang menyediakan ruang untuk berbeda, untuk berdialog, untuk berdampingan, untuk saling mendukung, dan menerima perbedaan sebagai sarana menghormati diri sendiri dan orang lain, dan mengakui keunikan.

Lebih lanjut, Bagas pun memberikan analogi bahwa Pancasila itu ibarat taman bunga yang di dalamnya tumbuh dan berkembang seribu satu macam bunga yang menebar keindahan masing – masing tanpa saling mengganggu dan tanpa saling mematikan.

"Jadi kalau ada upaya oleh oknum yang ingin menjadikan Pancasila sebagai alat untuk membenturkan agama tertentu dengan kepentingan negara yang ingin menutup kran gerakan yang bertolak belakang dengan Pancasila itu keliru besar. Pancasila adalah milik bersama, itu perlu menjadi catatan penting", tutur lulusan Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma ini. (*)

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help