TribunPontianak/

Pilkada Serentak

Soal Isu SARA, Ini Warning Bawaslu Kalbar

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Barat (Kalbar), Mohammad, tak menampik jika penggunaan identitas SARA kerap dilakuan dalam rths0

Soal Isu SARA, Ini Warning Bawaslu Kalbar
Net
Bawaslu. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Barat (Kalbar), Mohammad, tak menampik jika penggunaan identitas SARA kerap dilakuan dalam setiap pesta demokrasi.

Hal ini pun bisa menjadi pelanggaran, dikarenakan perundang-undangan sudah jelas mengatur bahwa tidak dibenarkan jika menjelekan-jelekkan kelompok tertentu.

Ini dituangkan dengan tegas dalam Pasal 69 UU Nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota.

Dalam pasal 69 itu disebutkan dalam melaksanakan kampanye Pilkada dilarang melakukan penghinaan kepada seseorang, agama, suku, ras dan golongan terhadap calon kepala daerah.

(Baca: Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia Cabang Pontianak Rekrut Anggota Baru )

"Apa yang disampaikan Kapolri itu peringatan bagi kita untuk melakukan pencegahan," katanya, Sabtu (14/10/2017).

Menurutnya, indikator yang disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengacu pada indikator gesekan antar kelompok.

Hal inilah yang menjadi konflik Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA) dalam perjalanan kontestasi pemilihan kepala daerah.

(Baca: Selain Isu SARA, Ketua KPU Ingatkan Soal Ini di Tahapan Pilkada )

Bawaslu sendiri memiliki penafsiran lain mengenai potensi konflik yang terjadi. Ini karena melihat potensi konflik itu pada pelanggaran di setiap tahapan Pilkada.

"Kami tetap berharap semua tahapan berjalan dengan baik," harapnya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help