TribunPontianak/

Pilkada Serentak

Ikutkan Anak Kegiatan Politik, Berarti Melanggar 3 Hal Ini

Jelang Pilkada serentak 2018 di Kalbar, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kalbar, Achmad Husainie mengimbau kepada semua pihak,

Ikutkan Anak Kegiatan Politik, Berarti Melanggar 3 Hal Ini
Net
Komisi Perlindungan Anak. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Jelang Pilkada serentak 2018 di Kalbar, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kalbar, Achmad Husainie mengimbau kepada semua pihak, untuk tidak melibatkan anak di berbagai kegiatan politik.

Ia menegaskan, apabila dalam kegiatan politik Pilkada serentak mendatang melibatkan anak-anak, maka dalam UU Perlindungan Anak telah diatur ancaman hukuman.

"Kepada orang tua dan panitia atau koordinator yang mengerahkan anak ikut kegiatan kampanye, dapat diancam hukuman lima tahun penjara sesuai dengan Undang-undang Perlindungan Anak," katanya, Sabtu (14/10/2017).

(Baca: Modifikasi Kawasaki Ninja Z250 Konsep Naked Bike Army, Begini Penampakannya )

Hal ini diungkapkannya lantaran Undang-undang (UU) Pemilu maupun UU No 35/2014 tentang Perlindungan Anak, telah mengatur perihal tersebut.

"Mereferensi ke undang-undang hukum kita yaitu Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 yang telah direvisi Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, bahwa ada namanya kategori perlindungan khusus," katanya.

(Baca: Bawaslu Minta Masyarakat Lapor, Bila Ada Penghinaan dalam Kampanye Pilkada )

Ia mengungkapkan, tak jarang ditemukan anak yang diikutsertakan dalam kegiatan politik, seperti pada tahapan masa kampanye.

"Nah di situ, anak-anak dilarang untuk dilibatkan dalam kegiatan yang sifatnya massal, kegiatan politik atau mengandung kerusuhan atau membahayakan anak-anak," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help