TribunPontianak/

Liputan Khusus

Tidak Ada Penolakan Guru Garis Depan di Sambas

Adanya penolakan Guru Garis Depan (GGD) di sejumlah daerah di Kalbar, tak demikian halnya di Kabupaten Sambas.

Tidak Ada Penolakan Guru Garis Depan di Sambas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TITO RAMADHANI
Samian, Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sambas saat menunjukkan data kebutuhan guru SD dan SMP di Kabupaten Sambas yang mencapai 1.419 guru, Jumat (13/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Adanya penolakan Guru Garis Depan (GGD) di sejumlah daerah di Kalbar, tak demikian halnya di Kabupaten Sambas.

"Sampai saat ini tidak ada penolakan Guru Garis Depan di Kabupaten Sambas," ungkap Samian, Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sambas, Jumat (13/10/2017).

Samian menjelaskan, berdasarkan surat tembusan yang diterima pihaknya, seharusnya Guru Garis Depan yang ditugaskan ke Kabupaten Sambas ada sebanyak 13 orang, namun 1 orang GGD mengundurkan diri.

"Surat itu dari Menpan RB ke Bupati Sambas, dari Bupati Sambas tembusan ke kami. Ada sebanyak 13 orang guru SD dan guru SMP. Kemudian, sudah kami kumpulkan dan sudah diserahkan SK-nya oleh Sekda Kabupaten Sambas. Kemudian yang bersangkutan sudah melaksanakan tugas sesuai dengan SK-nya. Dari 13 orang itu, satu orang mengundurkan diri, tinggal 12 orang," jelasnya.

(Baca: Jarot Surati Gubernur dan Kemendikbud Terkait Persoalan GGD di Sintang )

Samian tak mengetahui pasti siapa dan dari daerah mana Guru Garis Depan yang mengundurkan diri tersebut.

"Kami tidak mendapat informasi. Hanya yang hadir itu sebanyak 12 orang. Karena hal ini kan ditangani oleh BKD, Dinas Pendidikan kan hanya pengguna. Kalau satu orang yang mengundurkan diri ini, seharusnya bertugas di Sungai Tengah, Kecamatan Paloh," terangnya.

Menurut Samian, rata-rata alokasi penugasan Guru Garis Depan (GGD) ini, memang di sekolah-sekolah yang berada di daerah khusus atau daerah terpencil.

"Ada dua orang berasal dari Sambas, ada yang dari Landak dan ada juga dari Pulau Jawa, Sulawesi dan Aceh. Sebagian besar dari luar Kalbar. Kabupaten Sambas hanya mendapat jatah 13 orang guru GGD ini. Kalau di Ketapang, Sintang itu kan ramai mereka. Pada umumnya, GGD yang ditugaskan ke Kabupaten Sambas sudah bersertifikat pendidik," urainya.

Halaman
12
Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help