TribunPontianak/

Sungai Tercemar Diduga Akibat Aktivitas PETI, Ini yang Akan Dilakukan Bupati Atbah

Kalau usaha ini legal, maka dampaknya akan cukup baik, demikian pula bagi lingkungan

Sungai Tercemar Diduga Akibat Aktivitas PETI, Ini yang Akan Dilakukan Bupati Atbah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TITO RAMADHANI
Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili menghancurkan mesin dan peralatan PETI saat turun langsung melakukan razia bersama tim gabungan Satpol PP, TNI dan Polri, di Dusun Karangan, Desa Madak, Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas, Kamis (5/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili menegaaskan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang selama ini diduga kuat sebagai penyebab tercemarnya Sungai Sambas, dapat menjadi potensi yang menjanjikan jika dikelola dengan baik dan legal.

Menurut Atbah, akibat aktivitas ilegal tersebut, selain membuat keruh dan tercemarnya Sungai Sambas, juga merugikan masyarakat banyak.

Akan berbeda halnya, jika penambangan emas tersebut, dilakukan sesuai dengan aturan dan perundang-undangan.

(Baca: Kapolsek Sungai Tebelian Bantu Warga Kurang Mampu )

"Jadi ini sebenarnya menjadi potensi jika dikelola secara legal, meskipun kita tidak tahu bagaimana hitungan dari para pelaku PETI, sehingga ini bisa dianggap menguntungkan bagi mereka,"ungkapnya, Jumat (13/10/2017).

Atbah menjelaskan, jika usaha penambangan emas tersebut dikelola dengan baik dan tidak melanggar hukum. Tentunya permasalahan pencemaran lingkungan akan dapat dihindari.

"Kalau usaha ini legal, maka dampaknya akan cukup baik, demikian pula bagi lingkungan. Namun urusan untuk legalisasi tersebut dimiliki oleh pemerintah provinsi," jelas Atbah.

(Baca: Kembalikan Berkas Pendaftaran PPS, Mulyana: Perempuan juga Bisa Tegas )

Terkait legalitas, menurut Atbah Pemerintah Kabupaten Sambas dapat memberikan pendampingan, agar legalitas pertambangan tersebut diperoleh oleh para pengusaha tambang.

"Kami siap untuk mendampingi mereka, apabila ingin menjadikan usaha tersebut legal. Aktivitas ini ilegal tentulah ada aturan atau perundang-undangan yang dilanggar, sehingga lingkungan juga terkena dampaknya," terangnya.

Walau begitu, supaya di masa yang akan datang pencemaran tak terulang kembali. Atbah menegaskan bahwa kegiatan razia PETI akan lebih digalakkan oleh Pemkab Sambas. Kemudian untuk aspek penegakan hukumnya, akan pihaknya serahkan kepada pihak kepolisian.

"Untuk mengontrol agar ke depan hal ini tidak terulang lagi, kami memerlukan informasi dan sedang mencari data valid siapa-siapa para pemilik PETI ini. Saya kira, ini menjadi domain pihak kepolisian, karena itu dari hasil razia kita kemarin, saya berharap kepada kepolisian untuk bisa mengembangkan hal ini. Selain itu kita akan melakukan kontrol dengan cara lebih giat lagi melakukan razia-razia," tegasnya.

Atbah mengaku sangat mengapresiasi antusias warga masyarakat, yang sangat berharap agar permasalahan PETI ini dapat segera ditanggulangi.

"Saya mengucapkan terimakasih banyak kepada masyarakat kita, yang selama ini sangat peduli terhadap sungai. Dan saya juga mengajak agar kegiatan ini jangan terhenti, mari kita lakukan aktivitas positif untuk menjaga lingkungan agar selalu bersih dan sehat," tukasnya.

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help