TribunPontianak/

Laka Maut Ampera

Prihatin, Ini Kata Sutarmidji Terkait Laka Maut yang Menewaskan Murid SMP

Kepala sekolah banyak juga yang dapat teguran karena membiarkan muridnya membawa motor

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Terjadinya Lakalantas di Jalan Ampera yang menewaskan murid SMP mendapat perhatian serius dari Wali Kota Pontianak.

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengatakan kalau pihaknya sudah maksimal melarang anak SMP menggunakan kendaraan bermotor.

"Kita sudah maksimal melarang anak SMP gunakan kendaraan motor. Dari razia, dirantai, bahkan rumah yang nyediakan parkir kita tipiring dan bus yang ada untuk pelajar mereka bayar sukarela dan kalau tidak punya duit tak perlu bayar," ujarnya saat dihubungi, Jumat (13/10/2017).

Kecelakaan Pelajar di Ampera
Kecelakaan Pelajar di Ampera (Facebook/Mauliddta Ayu)

Ia jelaskan ketika pihaknya gencar melakukan razia, banyak orangtua siswa yang mengirim sms pada Midji dengam nada marah, karena akibat dilakukannya razia yang dilakukan mereka terlambat masuk kantor kaluu antar anak terlebih dahulu.

"Kepala sekolah banyak juga yang dapat teguran karena membiarkan muridnya membawa motor. Tapi semua itu tidak ada artinya kalau orangtua membiarkan anak menggunakan motor tersebut," ucapnya.

(Baca: Damba Uluran Donatur, Kondisi Alif Memprihatinkan Setelah Derita Penyakit Ini )

Ia katakan kalau sayang anak bukan begitu caranya. Menurut Midji terkadang mereka tak gunakan helm dan ngebut dijalanan.

"Yang saya takut tdi utara juga dekat kantor camat, motor dia parkir di rumah penduduk dan pulang boncengan tiga perempuan lagi. Sepertinya kita perlu lebih tegas dan saya akan kandangkan motornya sebulan full," pungkasnya

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help