TribunPontianak/

Pecahkan Rekor MURI, 27649 Pelajar Ikut Khatam Alquran Massal di Pontianak

Ini adalah implementasi dari program kita, anak yang tamat SMP yang muslim itu harus sudah khatam Quran

Pecahkan Rekor MURI, 27649 Pelajar Ikut Khatam Alquran Massal di Pontianak
THINKSTOCK.COM
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kota Pontianak akan menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang dinobatkan dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam khataman Alquran massal yang akan diikuti oleh 27649 peserta.

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengatakan khataman alquran massal ini merupakan implementasi dari program yang telah dibuat Pemkot, setiap anak sekolah yang beragama muslim di Kota Khatulistiwa ini harus sudah bisa membaca Alquran dan khatam.

"Ini adalah implementasi dari program kita, anak yang tamat SMP yang muslim itu harus sudah khatam Quran, kalau yang belum khatam artinya dia belum punya sertifikat," ucapnya, Jumat (13/10/2017).

Dijelaskannya anak-anak yabg mengikuti khataman massal ini akan diberikan sertifikat bahwa mereka telah khataman Quran.

(Baca: MTsN 2 Pontianak Kirim 1276 Murid Ikut Khataman Quran Massal )

Ketika mereka masuk SMA nanti maka sertifikat itu harus dilampirkan. Bagi mereka yang tidak memiliki sertifikat maka murid yang bersangkutan akan di treatment secara khusus sampai ia khatam Quran.

"Kalau di SMP dia belum khatam Quran dan saat SMA itu dia harus khatam. Sehingga setelah lulus SMA semuanya sudah khatam quran dan bisa membaca Alquran," jelasnya.

Dengan menyertakan 27649 peserta ini Midji sebut Pemkot akan memecahkan rekor yabg ada, saat ini yang tercatat di MURI sebanyak 12 ribu peserta khataman massal.

Pencatatan dalam rekor ini menurut, Midji untuk menyemangati para peserta, sehingga kedepannya ini akan menjadi agenda rutin dari Pemkot Pontianak.

"Apakah setahun sekali atau dua tahun sekali atau tiga tahun sekali harus dilaksanakan secara massal," ujarnya.

Disampaikannya Wali Kota Pontianak Dua Periode ini kalau program ini tidak hanya yang muslim. Ia juga akan memfasilitasi bagi yang agama lainnya. Ia meminta masukan dan program apa yang bisa dilakukan untuk agama lainnya.

"Kita akan fasilitasi juga agama lainnya, misalnya ada kegiatan apa, saya kan tak ngerti apa-apa yang harus mereka lakukan, tapi boleh. Sepanjang itu pendidikan karakter, anak harus mengenal ajaran agamanya dengan baik. Kalau dia mengenal ajaran agama dengan baik, dia bisa mengimplementasikannya dengan baik, maka kita akan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya narkoba, kemudian tawuran, nah itu jangan sampai terjadi," tambahnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help